GMNI Kecam Tindakan Rasis Oknum Dosen UMMU

M. Idhar Bakri

TERNATE – Unggahan WhatsApp story oknum Dosen berinisial NN alias Anca yang mengomentari kerusakan fasilitas umum akibat demo penolakan UU Omnibus Law menuai kecaman berbagai pihak. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Maluku Utara (Malut).

DPD GMNI Provinsi Malut menilai, unggahan oknum Dosen di Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) itu sudah mengarah pada rasisme dan atau ujaran kebencian terhadap mahasiswa yang asalnya bukan dari Kota Ternate.

“Tindakan oknum dosen inisial NN ini tidak mencerminkan sebagai seorang akademisi yang secara profesionalitasnya sangat diragukan,” kata M. Idhar Bakri, Sekjen DPD GMNI Provinsi Malut, kepada maluttimes.com, Jumat (9/10/2020).

Seharusnya kata Idhar, sebagai seorang akademisi NN memberikan support yang baik terhadap pergerakan mahasiswa yang menuntut pencabutan kembali UU Omnibus Law menurut pengakjian sangat kapitalistik alias merugikan masyarakat.

Menurut dia, pergerakan mahasiswa dalam aksi itu tidak lain dan tidak bukan untuk memperjuangkan kaum buruh, tani, nelayan dan lainnya. “Atau yang oleh Bung Karno adalah kaum Marhaen,” ujar Idhar.

“Apa sih maksud saudara NN itu? kan dia (NN.red) seorang akademisi (dosen) kok harus mengeluarkan pernyataan mengarah pada rasis, ngancam mahasiswa dan sebagainya. Atau karena saudara NN yang diketahui sebagai salah satu tim pemenangan pasangan calon kepala daerah di Kota Ternate sehingga menganggap dengan unggahan story itu mendapat dukungan masyarakat kota ternate? kalau pun iya, saya sarankan kepada saudara NN agar jangan menggoreng lah. Sebab aksi mahasiswa kemarin itu adalah aksi murni dan tidak ada tendensius kepentingan apa pun. Titik,” sambungnya.

Mantan Ketua Cabang GMNI Halmahera Barat ini menambahkan, aksi mahasiswa di Kota Ternate hingga berujung pada adanya tindakan kerusakan fasilitas umum itu harusnya tak perlu di tanggapi secara berlebihan. Karena secara psikologis, itu hanya luapan emosi yang memberikan mosi ketidakpercayaan terhadap pemerintah dan wakil rakyat yang telah menyetujui UU Omnibus Law.

“Pengrusakan fasilitas umum kemarin itu adalah obat untuk menyembuhkan penyakit elit negara (pemerintah dan DPR) yang sedang sakit jiwa dan mengkanter pemulusan kepentingan new kapitalisme dan Neo imperialisme,” pungkas pria kelahiran Jailolo ini.

Sekedar untuk diletahui, unggahan oknum Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Program Studi Pemerintahan UMMU via WhatsApp story-nya, Kamis (8/10/2020).

Unggahan tersebut dikecam luas seantero warga net. Dalam unggahannya, NN menuliskan “Kalian harus ganti semua yang sudah kalian rusak. Atau keluar dari kotaku Ternate. Kalian itu cuma sampah di sini!!! Bang***!!!”

Tak hanya itu, NN juga menuliskan kalimat “Kalian bilang DPR bang***, DPR anj***… Padahal kalian lebih anj***, lebih bang***.”

Dua unggahan ini kemudian di-screenshot ­dan disebarkan hingga viral. Akibatnya, NN menjadi bulan-bulanan warganet di media sosial. Unggahannya dinilai bermuatan rasisme dan menyepelekan substansi perjuangan massa aksi menolak UU Ciptaker.(red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Nikmati Indahnya Sunset di Puncak Ake Sahu Payo

Ming Okt 11 , 2020
TERNATE – Unggahan WhatsApp story oknum Dosen berinisial NN alias Anca yang mengomentari kerusakan fasilitas umum akibat demo penolakan UU Omnibus Law menuai kecaman berbagai pihak. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Maluku Utara (Malut). DPD GMNI Provinsi Malut menilai, unggahan oknum […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!