Dua Kader Posyandu Sofifi Mengaku dipecat Karena tak Dukung Petahana

ilustrasi

TIDORE – Pesta demokrasi pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Tidore Kepulauan (Tikep) kian memanas.

Betapa tidak, dua orang kader Posyandu di Kelurahan Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tikep mengaku dipecat oleh Lurah Sofifi, Bustamin Arifin gegara tak mendukung pasangan calon petahana Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen (AMAN).

Kedua kader Posyandu dimaksud yakni Asia Jamal dan Nurhayati Soleman.

Tak terima dengan pemecatan karena alasan itu membuat kedua kader Posyandu ini memberanikan diri datang ke Bawaslu Tikep untuk menyampaikan pengaduannya.

Dihadapan Ketua Bawaslu Kota Tikep, Bahrudin Tosofu,
Asia menceritakan bahwa pemecatan keduanya mulai pada 5 Oktober 2020 lalu. Saat itu, mereka dipanggil menghadap Sekretaris Lurah Sofifi, Samad Syahman.

“Ketika saya datang ke Kantor Lurah, pak Samad langsung sampaikan saya dan Nurhayati diberhentikan dari kader Posyandu karena arahan dari pak Lurah yang diperintahkan langsung oleh Kepala Puskesmas,” cerita Asia, Rabu (7/10/2020).

Ditanya alasan pemecatan, Sekretaris Lurah menyebut kalau keduanya dianggap terlibat dalam mendukung salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tikep.

“Pak Samad bilang saya dan Nurhayati, karena terlalu jauh terlibat dalam politik dalam mendukung salah satu pasangan calon, seharusnya kata Samad sebagai kader Posyandu saya dan Nurhayati harus searah dengan atasannya atau mendukung calon petahana,” tambah Asia.

Tidak hanya itu, selain dipecat, insentif keduanya sebagai kader Posyandu sejak triwulan I dan II bahkan hingga masuk ke III dan IV belum juga dibayar.

Mendengar laporan tersebut, Bawaslu Tikep langsung menerima dan meregistrasikan laporan tersebut pada Formulir Model A.3 denga nomor: 14/LP/PW/Kot/32.02/X/2020 yang ditandatangani oleh Muhammad Yuslan sebagai penerima laporan.

“Saya berjanji akan mengkaji laporan tersebut untuk ditindaklanjuti, bila memenuhi unsur pelanggaran. Pada prinsipnya kita menerima laporan ini dan secepatnya melakukan kajian hukum, apakah memenuhi unsur atau tidak. Kalau memenuhi unsur kita akan tindak tegas,” tutur Bahrudin Tosofu saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2020).

Terpisah, Kepala Puskemas Galala, Rusmini Abdul Kadir saat dikonfirmasi via handphone membantah tuduhan kedua kader Posyandu ini.

Kata Rusmini, keduanya hanya diberhentikan sementara karena beredar informasi kalau kedua kader Posyandu itu kerap membuat siaran langsung di sosial media untuk salah satu pasangan calon pada Pilwakot Tikep.

Sedangkan urusan pecat memecat yang disebutkan keduanya itu bukan urusan dirinya melainkan Lurah Sofifi.

“Kalau soal itu bukan hak dan wewenangan saya untuk pecat dua orang kader posyandu, karena itu hak perogatifnya lurah. Sebab lurah yang angkat dorang (mereka) dan membayar insentif mereka, maka lurah punya hak pecat mereka, bukan saya,” kata Rusmini.

Meski begitu Rusmini mengaku sempat koordinasi dengan Sekretaris Lurah Sofifi, Samad Syahban dengan menyebutkan pemberhentian kedua kader posyandu itu dikarenakan keterlibatan politik praktis.

Sementara terpisah pula, Sekretaris Lurah Sofifi, Samad Syahban mengatakan, terkait dengan pemberhentian kedua kader posyandu, kepala Puskesmas tidak punya hak untuk pemecatan dan pengangkatan.

“Bahasa yang muncul kasih berhenti dan pemecatan itu, keliru. Jadi pak lurah sampaikan kepada saya dan diteruskan kepada mereka, bahwa torang (kami) adalah bagian dari abdi masyarakat, jadi torang tidak melarang untuk memilih siapa-siapa, tetapi jangan sekali-kali spontan dan selalu umbar siaran langsung dan like terkait dengan kampanye salah satu paslon, tetapi kurangilah, dan sudah disampaikan sekitar dua bulan lalu,” ungkap Samad.

Samad juga menuturkan, dirinya juga tak habis pikir dengan pernyataan kedua kader Posyandu itu yang menuduh bila dirinya mengarahkan untuk memilih calon petahana.

“Tidak sangkut paut dengan kandidat, sebab mereka itu PNS. Makanya, saya bilang kepada ibu Asia, kalau memilih ke jalan politik praktis, berarti kembalikan kepada ibu. Kalau itu, kami tidak ada niat ke salah satu kandidat, maupun ke siapa-siapa, itu bukan torang punya urusan, kami hanya fokus menjadi pelayanan masyarakat,” pungkasnya.(len)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

GMNI Kecam Tindakan Rasis Oknum Dosen UMMU

Jum Okt 9 , 2020
TIDORE – Pesta demokrasi pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Tidore Kepulauan (Tikep) kian memanas. Betapa tidak, dua orang kader Posyandu di Kelurahan Sofifi, Kecamatan Oba Utara, Kota Tikep mengaku dipecat oleh Lurah Sofifi, Bustamin Arifin gegara tak mendukung pasangan calon petahana Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!