DPRD Tikep Soroti Dana Covid 12,5 Miliar

ilustrasi
ilustrasi

TIDORE – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menyoroti persoalan dana pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19 yang diplot sebesar Rp 12,5 miliar melalui dana Insentif Daerah (DID).

Wakil Ketua DPRD Tikep, Mochtar Djumati menjelaskan, pihaknya memperoleh informasi adanya dugaan politisir dana saat pendataan penerima bantuan pelaku usaha UMKM tersebut.

Bacaan Lainnya

Mereka yang menerima dana digiring untuk kepentingan salah satu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang maju pada Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Tikep 2020 ini.

“Iya, orangnya saya sudah kantongi, jika suatu saat diminta untuk disampaikan. Sebab ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang melakukan pendataan di setiap kelurahan-kelurahan dan bukti sudah kami kantongi,” tehas Mochtar saat ditemui di kantor DPRD, Sabtu (03/10/2020).

Mochtar juga menegaskan, dalam beberapa hari kedepan, pihaknya akan memanggil Disperidagkop Kota Tikep untuk membahas sekaligus mempertanyakan pendataan ke masyarakat terkait dengan calon penerima bantuan pemulihan ekonomi itu.

“Rencana mengundang Kadis Disperidagkop agar masalah ini tidak liar. Karena laporan-laporan yang kita dapat ini, mudah-mudahan tidak benar, kalaupun itu menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegasnya lagi.

Dana dimaksud, tambah Mochtar, memiliki rincian diantaranya senilai Rp 8 miliar untuk pemulihan ekonomi sedangkan sisanya untuk penanganan Covid-19.

“Kami berharap bantuan ini diberikan sesuai dengan hak dari masyarakat dan tidak dipolitisir,” tambahnya.(len)

Pos terkait