Propam Polres Halbar Lidik Kasus Bripda AIP, FS Siap Test DNA

ilustrasi
ilustrasi

JAILOLO – Unit Propam Polres Halmahera Barat (Halbar) telah menindaklanjuti laporan FS. Gadis 20 tahun asal Kecamatan Jailolo ini melaporkan pacarnya AIP yang bertugas di Unit Intelkam Polres setempat.

Oknum polisi berpangkan Bripda itu dilaporkan lari dari tanggung jawab setelah menghamili FS. Kasus ini dilaporkan pada 29 September 2020 dengan surat tanda terima laporan Nomor: STPL/03./IX/2020/siepropam.

Bacaan Lainnya

“Laporannya sudah kami terima, dan terlapor juga sudah diperiksa. Selanjutnya kami juga bakal melayangkan surat pemanggilan kepada Pelapor untuk diperiksa,” kata Ipda Beny Baikole, Kasi Propam Polres Halbar kepada wartawan, Senin(05/10/2020).

Beny menerangkan, penyidik telah mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak yang tetap mempertahankan argumennya masing-masing. Untuk membuat terang kasus tersebut, penyidik akan melakukan pemeriksaan DNA.

BACA JUGA: Astaga..! Hamili Pacar, Oknum Polisi Desak Gugurkan 

“Keterangan Brpida AIP saat kami periksa tetap bersikukuh bahwa janin yang dikandung pacarnya itu bukan darah dagingnya. Karena menurutnya mereka hanya berhubungan sekali. Jadi, untuk membuktikan hal itu, tentunya yang berkewenangan pihak medis melalui test DNA,”ujarnya.

Lanjut Beny, penyidik sudah berkoordinasi dengan Wakapolres Halbar bahkan ke Polda Maluku Utara yang memerintahkan untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan.

“Rencananya kami akan melayangkan surat pemanggilan terhadap korban untuk dimintai keterangan,” tukasnya.

Terpisah, FS saat dikonfirmasi wartawan membantah keterangan Btipda AIP yang menyatakan hanya sekali berhubungan badan.

Menurut FS, mereka berulang kali berhubungan badan layaknya suami istri sejak Desember 2019 hingga akhirnya berbuah janin tersebut.

“Sudah berulang kali kami berhubungan, mulai dari penginapan Karunia Jailolo, di Hotel Muara Ternate, dan yang lebi banyak itu dibarak Polisi,” bebernya.

FS menegasksn, untuk membuktikan janin yang dikandungnya adalah ulah sang pacar, dia menantang untuk lakukan test DNA.

Jika terbukti, dirinya siap menuntut  balik lagi pacarnya itu karena merasa dirugikan dan sengaja lari dari tanggung jawab.(mg1)

Pos terkait