Warga Desa Waitina Polisikan Pengurus KUR Bank Arta Graha

Waga Desa Waitina saat di Mapolres Kepsul
Waga Desa Waitina saat di Mapolres Kepsul

SANANA – Sebanyak 26 warga Desa Waitina, Kecamatan Mangoli Timur, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Kamis (17/09/2020) pagi mendatangi Sentra Pelayananan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres Kepsul.

Kedatangan mereka untuk melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) PT. Bank Arta Graha yang dilakukan oleh FB alias Faruk selaku Koordinator pada periode 2017-2018.

Bacaan Lainnya

“Kedatangan kami disini (Polres) untuk melaporkan pak Faruk dan pengurus KUR di PT. Bank Artha Graha atas dugaan penipuan atau penggelapan dana kredit KUR,” kata Rusdia, salah satu warga penerima dana KUR tersebut ketika ditemui di Mapolres Kepsul.

Rusdia mengungkapkan, persoalan ini baru diketahui, Rabu (16/09/2020) kemarin di Bank BRI Cabang Sanana menyebutkan, terjadi tunggakan hingga puluhan juta rupiah.

Akibatnya, data atas nama suaminya Mustadin Umawaitina telah di blacklist oleh pihak Bank Arta Graha.

Lanjut Rusdia, sesuai keterangan pihak Bank BRI, tunggakan angsuran atas nama suaminya itu sebesar Rp.18.715.883,00 dan menjadi tanggungjawab suaminya yang harus melunasi baru bisa kredit kembali.

“Katanya nama suami saya (Mustadin Umawaitina) sudah di blacklist karena setoran angsuran. Lalu, angsuran yang kami setor selama ini ada dimana? ,” ungkap Rusdia dengan raut penuh keheranan.

Lebih jauh Rusdia menerangkan, dirinya bersama 25 peserta KUR PT. Bank Arta Graha masing-masing harusnya menerima sebesar Rp. 25 juta, namun pada 2017 pencairan baru menerima Rp. 4.040.000,00.

“Yang diberikan itu Rp. 5 juta tetapi dipotong Rp 960.000,00 jadi bersih yang kami terima Rp. 4.040.000,00. Sedangkan sisanya Rp. 20 juta baru akan diberikan setelah angsurannya sudah diselesaikan. Tapi setelah saya cek di Bank BRI, sisa uang Rp. 20 juta itu sudah cair semua entah siapa yang kase cair,” terangnya.

Rusdia menambahkan, setoran awal hanya berlangsung dua bulan yakni Januari-Februari 2018, setelah itu mandek ditangan Saiful dan Mardani selaku petugas lapangan.

Terpisah, penjelasan senada juga diungkapkan Samsul Umasangaji, selaku pengelola data KUR PT. Bank Artha Graha. Samsul mengatakan, sesuai yang diajukan ke pihak bank, 26 warga itu harusnya menerima KUR sebesar Rp. 25 juta. Sementara terkait dana Rp. 5 juta itu diberikan sebagai percobaan.

“Syarat pemotongan setoran angsuran Rp. 160 ribu per bulan. Jadi selama enam bulan awal itu totalnya sebesar Rp. 960.000,00. Batas waktu setoran angsuran yang diberikan pihak Bank Artha Graha itu selama 3 Tahun,” ujar Samsul.

Lanjut dia, apabila setoran awal ditambah enambulan bulan lagi berjalan lancar baru dana sisa Rp. 20 juta itu diberikan.

“Namun setorannya belum selesai kredit KUR ini sudah mandek ditangan petugas lapangan sebelumnya yakni Saiful dan Mardani selaku pengelola data pertama,” tukasnya.

Saat ini, dana KUR PT. Bank Arta Graha baru kembali beoperasi diawal 2020 dibawah koorinator Samsul Umasangaji.(red)

Pos terkait