Kritik Pelayanan, Oknum Staf Dukcapil Halbar Tabokin Warga

Hardi, korban pemukulan oknum staf di Disdukcapil Halbar
Hardi, korban pemukulan oknum staf di Disdukcapil Halbar

JAILOLO – Salah sorang pemuda bernama Hardi yang juga sebagai salah satu pengurus Organisasi Jong Halmahera 1914, dipukuli oknum staf Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) saat mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP). Peristiwa ini terjadi pada Kamis (10/9/2020) siang.

Peristiwa pemukulan berawal ketika Wakil Ketua Bidang Pembangunan Daerah (BPD) Jong Halmahera 1914 ini (Hardi-red) datang mengambil KTP milik istri dan iparnya di Kantor Capil Halbar. Disitu terjadi cekcok dengan salah seorang staf itu, sayangnya staf yang memukuli Hardi ini tidak diketahui namanya.

Bacaan Lainnya

Hardi saat ditemui wartawan mengungkapkan, peristiwa pemukulan tersebut terjadi Karna ia (Hardi) mengkritisi pelayanan Staf Capil yang terkesan amburadul dan dirinya mengambil gambar didalam Kantor Capil.

“Staf yang pake baju batik Hijau pukul saya, dia bilang jangan sampe saya gunakan foto itu untuk hal hal yang kurang baik,” jelasnya.

Lanjut Hardi, dirinya merasa geram karena awalnya tepat pukul 12:00 WIT dirinya mendatangi Kantor Capil untuk mengambil KTP, tapi para Staf beralasan jam istrahat. Namun saat sekembalinya ia pada sore hari tepatnya pukul 14.00, alasan yang berbeda dilontarkan para staf.

“Saya marah karena tadi sekitar jam 12 lewat saya datang ambil KTP dong (mereka) bilang nanti jam 2 karena dong mau pigi makan. Terus jam 2 saya bale dong bilang KTP so (sudah) hilang, dan saling lempar tanggung jawab. Sementara syarat untuk pembuatan KTP itu sudah dimasukan lima hari kemarin,” ungkapnya.

Sementara, salah seorang staf Capil yang enggan namanya dipublikasikan ini mengaku didepan wartawan tugas di internal Capil menggunakan Sip sehingga harus di kroscek staf yang mengambil syarat pembuatan KTP itu.

“Torang staf di Capil ini pake sip-sipan, ada yang maso pagi dan maso siang. Kemungkinan besar Hardi memberikannya kepada staf yang lain, jadi nanti di cek lagi,” ungkapnya.

Setelah melakukan klarifikasi didepan wartawan dan si korban, tak lama kemudian staf tersebut masuk dan kroscek KTP dimaksud dan berhasil menemukan.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Halbar, Syahril Abd. Radjak saat ditemui menegaskan, untuk waktu kerja para ASN dilingkup pemkab Halbar tidak diatur tentang jadwal yang dikatakan Staf Capil tersebut.

“Tidak ada pembagian waktu seperti itu, saya tegaskan disemua dinas dilingkup pemkab halbar tidak ada lagi pembagian waktu kerja (Sip-sipan),” katanya.

Hingga berita ini dipublikasikan Kepala Dinas Catatan Sipil (Capil) Andi R Pilly tidak dapat hubungi.(mg1/red)

Pos terkait