Covid-19 Hambat Sejumlah Proyek APBN di Haltim

Bupati Haltim Ir. Muh Din Hi. Ma’bud

MABA – Kebijakan realokasi dan refocussing APBN untuk penanganan Covid-19 membuat proyek fisik di sejumlah daerah terganggu atau tertunda pembangunannya.

Ini pun terjadi di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara.

Menurut Bupati Haltim, Muh Din Ma’bud, sejumlah proyek infrastruktur yang telah diperjuangkan agar diakomodir ke APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) terpaksa dipangkas pemerintah pusat.

Muh Din pun menjelaskan secara rinci, sejumlah proyek dimaksud diantaranya, ruas jalan dan jembatan lingkar Haltim Wasile-Sagea, ruas jalan Wasile mulai dari patung tani menuju Jara Jara, ruas jalan Buli pertigaan menuju Jara Jara, ruas jalan Maba ke Kali Get dan ruas jalan Maba-Sagea.

“Apa yang dipotong pusat, tidak mungkin kita yang pilih, bapak potong ini saja, kan tidak. Mereka potong DAK, ini harus potong, ini harus potong. Sehingga yang berjalan saat ini adalah yang tidak terpotong atau DAK yang tidak terpotong,” ujar Muh Din, Rabu (28/08/2020).

Proyek yang disebutkan Muh Din tidak dipangkas yaitu ruas jalan lapen di Lolobata serta ruas jalan Maba Utara dari Desa Dabo menuju Jara Jara.

Selain jalan jembatan, proyek irigasi primer di Trans Ekor Kecamatan Wasile Selatan senilai Rp 10 miliar lebih kena imbas pemangkasan gegara Covid-19.

Meski banyak proyek yang dipangkas, Muh Din optimis akan meyakinkan pihak Balai Jalan dan Jembatan Maluku-Maluku Utara agar semua proyek ini bisa diakomodir kembali.

“Ini sudah mengarah (kembali diakomodir), format-formatnya pun sudah selesai mungkin SKnya ditetapkan di Maret 2021 nanti.

Orang nomor satu di Haltim itu menyebutkan, Haltim memang seharusnya mendapat prioritas karena daerah penghasil nikel ini memiliki kontribusi yang besar.

“Sub balai menjadi balai itu kontribusi Haltim sangat besar dia bermain diatas 400 kilometer, sehingga dengan harapan karena kontribusi kita besar sub balai menjadi balai. Ya, paling tidak ada perhatian lah untuk memprioritaskan,” harapnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Haltim kata Muh Din, telah menaruh target zero defisit pada penyerapan APBD-P 2020 yang diharapkan bisa tercapai. Ini agar sejumlah syarat diminta pihak Balai bisa terpenuhi.

“Saya menginginkan zero defisit itu tadi, supaya kita menganggarkan tanah yang cukup, pembebasan lahan yang cukup untuk memback-up balai dan itu bagi saya sudah 90 persen kepastiannya,” pungkasnya.(dan/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Sebar Foto SALAMAT di Grup WA, Oknum ASN Pemprov Malut diproses Bawaslu

Jum Agu 28 , 2020
MABA – Kebijakan realokasi dan refocussing APBN untuk penanganan Covid-19 membuat proyek fisik di sejumlah daerah terganggu atau tertunda pembangunannya. Ini pun terjadi di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) Provinsi Maluku Utara. Menurut Bupati Haltim, Muh Din Ma’bud, sejumlah proyek infrastruktur yang telah diperjuangkan agar diakomodir ke APBN melalui Dana Alokasi […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!