Tunggakan Jamkesda Pemda Kepsul Capai Rp 824 Juta

ilustrasi
ilustrasi

SANANA – Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Abdul Gani mengungkapkan, tunggakan kepesertaan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Pemerintah Kabupaten Kepsul saat ini mencapai Rp 824 juta lebih.

“Tunggakan iuran BPJS Jamkesda selama tiga bulan terhitung Juni, Juli dan Agustus 2020,” kata Abdul, Selasa (18/8/2020).

Bacaan Lainnya

Penyebab tunggakan ini kata Abdul, lantaran adanya perubahan peserta iuran BPJS Jamkesda yakni, peserta awal Pemda 9.808 jiwa berubah menjadi 8.087 jiwa.

“Berdasarkan hasil vicon bersama BPKAD, Dinas Kesehatan, Asisten II Arif Umasugi, hasilnya disepakati dalam waktu dekat akan dibayar,” katanya.

Abdul menyebutkan, total alokasi anggaran Jamkesda yang diplot dari APBD Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 3.707.424.000.

Lanjutnya, berdasarkan catatan BPJS Kesehatan, realisasi pembayaran per Januari-Mei 2020 sebesar Rp 2.057.958.000. Sedangkan tagihan iuran Jamkesda Juni-Agustus 2020 sebesar Rp 824.417.500 dan proyeksi tagihan iuran Jamkesda September-Desember 2020 (8.087 jiwa) sebesar Rp 824.874.000.

Terpisah, Kepala BPKAD Kepsul, Hardiman Teapon ketika dikonfirmasi menuturkan, anggaran pembayaran Jamkesda telah ditransfer ke Dinas Kesehatan Kepsul.

“Untuk alokasi anggaran Jamkesda BPJS sudah masuk ke rekening dinas kesehatan. Selanjutnya kami sudah tidak tau lagi, karena semuanya sudah masuk,” singkatnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Dinas Kesehatan Kepsul, Iswan Buamona saat dikonfirmasi membenarkan anggaran itu sudah masuk. Pihaknya berjanji segera melakukan pembayaran.

“Uang sudah ada. Betul sudah ada totalnya 3 miliar lebih. Besok kami proses transfer ke rekening kantor BPJS,” ucapnya mengakhiri.(red)

 

Pos terkait