Diduga Tilep Dana Desa Rp 186 Juta, Eks Kades di Haltim Ditahan Jaksa

Tersangka Sukur Mun Hi. Suleman saat menjalani pemeriksaan berkas tahap II di Kejari Haltim

MABA – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Jumat (14/8/2020) menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi DD dan ADD Desa Majiko Tongone tahun anggaran 2017 sebesar Rp.186 juta lebih ke Kejaksaan Negeri Haltim.

Kapolres Haltim, AKPB Mikael P. Sitanggang didampingi Kasat Reskrim, AKP Ambo Welang melalui Kasubag Humas Polres, Iptu Jufri Adam mengatakan, penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik diterima langsung Kasi Datun Kejari Haltim, Muhammad Israq.

“Penyerahan ini dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Halmahera Timur,” katanya kepada wartawan.

Tersangka eks Kades Majiko Tongone Sukur Mun Hi. Suleman ini disangkakan melanggar UU primair pasal 2 ayat (1), subsidair pasal 3, lebih subsidair pasal 9 UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Dengan ancaman hukuman paling sedikit 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun penjara,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Haltim, Andi Ashari saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima tahap II kasus korupsi tersebut.

Andi mengungkapkan, tersangka tidak menyelesaikan beberapa item kegiatan diantaranya, penghasilan tetap dan tunjangan Kades dan perangkat desa, operasional RT/RW, perjalanan dinas, makan minum rapat, makan minum giat PKK, perawatan kendaraan bermotor, operasional kantor desa, BBM, pembangunan teras masjid dan  teras masjid lanjutan, pengadaan 1 unit mesin Yanmar, pengadaan Rompong, upah kerja pembangunan saluran air bersih, upah kerja penggalian saluran air (got) dan belanja ATK.

”Menyebabkan kerugian negara sebesar Rp.186.829.300. Tersangka ditahan berdasarkan surut printah nomor: PRINT-38/Q.2.18/Ft.1/08/2020 tanggal 13 Agustus 2020,” ungkapnya.

Andi menegaskan, tersangka dijerat melanggar UU Primer Pasal 2 ayat (1) UU No.31 tahun 1999 Tentang Tipikor, Subsidair Pasal 3 UU No.31 tahun 1999 Tentang Tipikor, Lebih Subsidair Pasal 8 UU No.31 Tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 Tentang Tipikor.

“Dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,” tegasnya.

Andi menambahkan, untuk sementara tersangka di tahan di Rutan Mapolres Haltim menunggu jadwal sidang dari Pengadilan Negeri Tidore Kepulauan.

“Tersangka ditahan selama 20 hari sejak 13 Agustus sampai 01 September 2020 di rutan Polres Halmahera Timur,” pungkasnya.(dan)

 

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Golkar Halbar Siap Gelar Musda ke-V, Marten: Ada Sanksi Bagi Kader Yang Tak Hadir

Sab Agu 15 , 2020
MABA – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Jumat (14/8/2020) menyerahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan tindak pidana korupsi DD dan ADD Desa Majiko Tongone tahun anggaran 2017 sebesar Rp.186 juta lebih ke Kejaksaan Negeri Haltim. Kapolres Haltim, AKPB Mikael P. Sitanggang didampingi Kasat Reskrim, […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!