Kapolres Haltim Akui Kesulitan Usut Tersangka Kasus SPPD Fiktif

Kapolres Haltim, AKBP Mikael P. Sitanggang
Kapolres Haltim, AKBP Mikael P. Sitanggang

MABA – Penanganan kasus dugaan korupsi anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif senilai Rp 1,2 miliar di Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) tahun anggaran 2016 masih buntut pada penetapan tersangka.

Menurut Kapolres Haltim, AKBP Mikael P. Sitanggang bahwa kasus yang proses penyidikannya masih berjalan ini terkendala dengan tambahan bukti dan saksi-saksi yang bisa menguatkan siapa pelaku utama kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

“Jadi, kalau titik terang kita sudah ada titik terang cuma kita pengen tau siapa dibalik ini. Yang jadi pusing itu, kejadian ini menyangkut perjalanan, apalagi ini perjalanan keluar kota, jadi tidak mungkin kita hanya mengambil saksi disini saja, kita harus ambil di luar daerah juga yang terdapat dalam bukti-bukti perjalanannya baik di Jakarta, di Maluku dan lainnya,” terang Kapolres, Rabu (12/08/2020).

Walau begitu, kasus yang diakui belum dapat dituntaskan meski sudah beberapa kali berganti Kasat Reskrim dan Kapolres ini kata AKBP Mikael tetap akan diusut.

“Makanya saya bilang, ini kejadian harus didukung dengan bukti dan fakta barulah kita tau siapa tali komandonya dan siapa yang perintah,” tutupnya.(dan)

 

Pos terkait