Dinas PUPR Kepsul Disomasi Warga, ini Penyebabnya

Rasman Buamona, SH

SANANA – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) disomasi terkait dugaan pelanggaran berat seputar pembangunan jalan yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan rekannnya CV. Bumi Permata serta.

Ini karena dokumen pelepasan hak atas tanah atau dokumen hibah belum diterima oleh Hasan Fataruba selaku pemilik tanah yang dibangun akses jalan baru di kawasan Desa Waibau, Kecamatan Sanana.

Bacaan Lainnya

Dibangun sejak tahun 2019 namun hingga kini, Hasan belum mendapatkan dokumen hibah atas tanah miliknya itu.

Rasman Buamona, SH., Kuasa Hukum dari Hasan mengatakan, pada Senin (27/7/2020) kemarin, pihaknya telah mengajukan somasi (Peringatan Hukum) terhadap tiga pihak yakni, Dinas PUPR Kepsul, CV. Bumi Permata dan Kades Waibau.

“Ini terkait belum diterimanya dokumen pelepasan hak atas tanah atau dokumen hibah,” kata Rasman kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Selain telah menghibahkan tanahnya, kata Rasman, Hasan juga tidak pernah meminta ganti rugi berupa uang  atas penebangan puluhan tanaman sagunya untuk pembukaan badan jalan tersebut.

“Klien saya tidak pernah meminta ganti rugi uang sepersenpun,” ujarnya.

Rasman menegaskan, pihaknya juga memasukan laporan ke Kapolres Kepsul dan Dandim 1510/Sanana bahwa, diberikan tenggang waktu selama 7 hari kepada tersomasi untuk segera memenuhi permintaan kliennya

“Jika tidak diindahkan maka kami tetap menempuh jalur hukum,” tegasnya.

Terpisah, Plt Kadis PUPR Kepsul Nursaleh Bainuru saat dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui bahwa pihaknya telah disomasi.

“Sespri saya yang informasikan di via WA bahwa ada surat somasi terkait masalah itu kemarin,” akunya.

Pria yang jabatan defenitifnya sebagai Kabid Cipta Karya PUPR Kepsul ini juga mengaku tidak tahu persis masalahnya.

“Karena tadi pagi saya langsung koordinasi dengan mantan Kabid Bina marga, Rusdi Ipa untuk menanyakan proses pengurusan hibah lahan itu, ada hal-hal apa saja yang dibicarakan. Karena saya juga tidak tahu,” ucapnya.

“Sudah ada gambaran-gambaran yang disampaikan pak Rusdi. Tapi saya juga akan koordinasi dengan Kades Desa Waibau supaya saya tahu lebih jelas,” sambung dia mengakhiri.(red)

Pos terkait