Perjuangan Siswa SMAN 14 Tikep Menuju Sekolah, Lewati Jalan Hancur Harus Lepas Sepatu

Potret kondisi jalan menuju SMA Negeri 14 Kota Tidore Kepulauan (Tikep) di Desa Maidi, Kec. Oba Selatan

TIDORE – Hancur dan menjadi kubangan lumpur, begitulah gambaran kondisi jalan menuju SMA Negeri 14 Kota Tidore Kepulauan (Tikep) di Desa Maidi, Kecamatan Oba Selatan.

Jalan yang sehari-hari dilewati oleh para siswa dan guru ini sudah rusak parah. Setiap kali melewatinya harus berhati-hati dan harus membuka sepatu, kalau tidak memakai sepatu boot lumpur.

Tak jarang pula siswa pergi dan pulang dari sekolah sudah berseragam kotor lumpur karena melewati jalan tersebut.

Ironisnya, meski sudah bertahun-tahun rusak parah, jalan menuju tempat menimba ilmu itu tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kota Tikep.

Mahdan M. Nur salah seorang siswa yang juga Ketua OSIS SMA Negeri 14 Tikep ini menilai, kondisi jalan menuju sekolahnya adalah salah satu contoh ketidakadilan pembangunan di daratan Oba, khususnya di Kecamatan Oba Selatan.

“Kami juga turut membayar pajak, jangan tiba masa kampanye Pemilu barulah datang menghambur janji,” cetus Mahdan pada wartawan, Senin (27/07/2020).

Hal senada dikeluhkan oleh Marwia Djabid salah satu guru di sekolah itu. Dia mengatakan, Oba Selatan adalah daerah terpencil, tetapi mereka yang mengabdi juga sudah tak lagi diberi tunjangan guru daerah terpencil (Dacil) sehingga harusnya akses ke sekolah bisa lebih memadai.

“Saya berharap kepada Pemerintah Kota Tidore Kepulauan tidak tutup mata, karena setiap hari siswa-siswi kesulitan ke sekolah, apalagi musim hujan,” harap Marwia.

Sementara itu, kondisi jalan yang memprihatinkan ini ikut disoroti oleh Forum Peduli Kelangsungan Maidi.

Jainudin Safrin selaku Ketua Bidang SDM di forum tersebut mengungkapkan, berdasarkan nomenklaturnya, jalan menuju Desa Maidi adalah jalan kota sesuai pengelompokan jalan dalam Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 dan PP nomor 34 tahun 2006 Tentang Jalan.

“Berarti jalan ini sudah pernah mengalami pengaspalan di tahun 1997, tentu sebelum Maluku Utara berdiri secara otonom pada 1999 dan Tikep dimekarkan pada 2003,” jelas Jainudin.

Tidak hanya itu, kata Jainudin jalan memasuki Desa Maidi bahkan sudah selama 23 tahun tidak pernah diaspal, hanya disirtu dan ditimbun.

“Jalan dari Payahe Dahepodo di ruas Selamalofo sampai Nuku nomenklaturnya masuk jalan provinsi juga tidak layak, bahkan tidak dapat dilalui,” katanya.

Dengan demikian menurut dia, sudah menjadi kompleks jika kesenjangan pembangunan ini adalah bukti ketidakseriusan pemerintah kota Tikep membangun daratan Oba.(len/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dinas PUPR Kepsul Disomasi Warga, ini Penyebabnya

Sel Jul 28 , 2020
TIDORE – Hancur dan menjadi kubangan lumpur, begitulah gambaran kondisi jalan menuju SMA Negeri 14 Kota Tidore Kepulauan (Tikep) di Desa Maidi, Kecamatan Oba Selatan. Jalan yang sehari-hari dilewati oleh para siswa dan guru ini sudah rusak parah. Setiap kali melewatinya harus berhati-hati dan harus membuka sepatu, kalau tidak memakai […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!