Tanggul Penahan Ombak di Falahu Porak-Poranda, Permukiman Warga Terancam

SANANA – Tanggul penahan ombak di Desa Falahu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, nampaknya harus segera diperbaiki.

Betapa tidak, tanggul pada kawasan reklamasi pantai Falahu itu mulai porak-poranda sejak 2018 lalu akibat diterjang gelombang. Padahal bangunan itu didirikan pada 2014. Dengan kata lain, baru 4 tahun berdiri sudah rusak parah.

Amatan Malut Times, Kamis (23/7/2020), abrasi pantai bahkan mulai mengancam permukiman warga di sekitar tanggul. Tinggi gelombang laut sebulan terakhir ini menyebabkan sebagian besar kawasan reklamasi digenangi air laut.

NF (38) salah seorang warga Falahu yang ditemui Malut Times mengaku was-was dengan kondisi tanggul ini.

Menurut dia, pada musim timur seperti saat ini, gelombang laut cukup tinggi sehingga dikhawatirkan bisa mengakibatkan abrasi yang lebih parah.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai pedagang itu berharap agar pemerintah daerah bisa segera melakukan perbaikan.

“Kalau boleh bikin pemecah ombak lagi. Kalau kaya begini saja biar diperbaiki ulang-ulang tetap rusak saja,” tandasnya.

Keluhan senada juga disampaikan oleh Ketua RT 001 Desa Falahu, Ilham Tuahuns. lham menceritakan, sekitar pukul 05.00 – 07.00 WIT Kamis dini hari terjadi gelombang tinggi disertai angin kencang. Air laut pun terhempas hingga menggenangi permukiman warga.

“Dengan kondisi yang ada saat ini memang warga tidak nyaman, cemas. Oleh karena itu kami sangat berharap pemerintah untuk cepat ambil langkah perbaikan,” harapnya.

Sementara itu secara terpisah, Plt. Kadis PUPR Kepsul, Nursale Bainuru ketika dikonfirmasi mengatakan, kerusakan tanggul itu bukanlah tanggungjawab pihaknya melainkan ada pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Tanggulnya PU yang buat tetapi regulasinya kalau sudah pernah dibuat kemudian rusak ditimbulkan karena alam maka itu sudah ranahnya BPBD, harus dibenahi oleh BPBD,” kata Nursale.

Meski begitu lanjut dia, ruang koordinasi akan menjadi penentu apakah tetap ditanggulangi oleh BPBD atau dikembalikan menjadi tanggung jawab Dinas PUPR.

“Keinginan saya sebagai bagian dari Dinas PU secepatnya, tetapi kita juga harus menyesuaikan dengan APBD Perubahan,” timpalnya.

Ia menambahkan, tidak hanya tanggul di Falahu, di tahun ini pihaknya pun telah mengkroscek ada sejumlah tanggul di desa lain yang juga sudah rusak.

“Tidak hanya di sini (Falahu), sudah beberapa desa terutama juga yang terdampak banjir kemarin seperti di Desa Waitina, Mangoli, Waitulia dan ada juga di Waitamel dan Kou. Itu kami sudah tabulasikan untuk ajukan di tahun 2021,” pungkasnya.(red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kasus Pengadaan Solar di Dinas PUPR Kepsul Naik Status Penyidikan

Jum Jul 24 , 2020
SANANA – Tanggul penahan ombak di Desa Falahu, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, nampaknya harus segera diperbaiki. Betapa tidak, tanggul pada kawasan reklamasi pantai Falahu itu mulai porak-poranda sejak 2018 lalu akibat diterjang gelombang. Padahal bangunan itu didirikan pada 2014. Dengan kata lain, baru 4 tahun berdiri sudah […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!