Objek Wisata di Halbar Tutup, Pelaku UKM Menjerit

Kadis Pariwisata Halbar, Feni Kiat
Kadis Pariwisata Halbar, Feni Kiat

JAILOLO – Sudah sekitar 3 bulan belakangan ini sejumlah objek wisata di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) ditutup sementara.

Penutupan dalam rangka pemutusan mata rantai penyebaran covid-19 ini, dilain sisi berdampak pada anjloknya pendapatan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

Bacaan Lainnya

Seperti halnya dialami oleh pelaku UKM di objek wisata pantai Lako Akediri, Kecamatan Sahu, Kabupaten Halmahera Barat. Mereka yang bergantung hidup pada kunjungan wisatawan mengaku terpaksa harus menganggur.

Bukan karena tak ada pengunjung, menurut Kepala Desa Lako Akediri, Samsu Muradji, warganya belum dibolehkan berjualan karena kebijakan pemerintah tentang penutupan sementara.

“Ditengah dampak covid-19 ini memang pengunjung lancar, hanya saja akses masih ditutup, sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah,” terang Samsu, Senin (20/06/2020) seraya menyebutkan ada sekitar 50 kepala keluarga (KK) yang berjualan di tempat wisata.

Dia pun berharap agar pemerintah segera menerapkan new normal di objek wisata supaya warganya bisa kembali berjualan.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Halbar, Feni Kiat juga mengaku prihatin dengan imbas Covid-19 ini.

Feni bilang, dirinya tak dapat membuka aktivitas di objek wisata untuk sementara ini karena status darurat yang masih diperpanjang oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara hingga 29 Agustus 2020 mendatang.

“Secara pribadi saya juga prihatin dengan kondisi masyarakat. Akan tetapi dilain sisi kami juga tentunya tidak bisa menabrak aturan dari atas,” ungkapnya.

Dalam kondisi ini dia pun menyarankan agar pelaku usaha bisa memanfaatkan sosial media untuk mempromosikan barang dagangannya.

“Mereka bisa memanfaatkan melalui penjualan online sehingga wisatawan lokal misalnya yang tidak sempat berkunjung ke lokasi, bisa memesan makanan khas yang ingin dinikmati,” tukasnya.(ay/red)

 

Pos terkait