Sebelum Bertugas, 201 Petugas PPDP Harus Jalani Rapid Test Corona

MABA – Tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun ini tentunya akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Ini dikarenakan pandemi corona atau Covid-19 yang diharuskan semua tahapan wajib menerapkan protokol kesehatan seperti social distancing, jaga jarak hingga pakai masker.

Ini sesuai dengan amanat Undang-undang No. 2 dan PKPU No. 6 tentang tahapan pelaksanaaan Pilkada dalam kondisi Bencana Non Alam Vorona Virus.

Menindaklanjuti amanat tersebut, KPU Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mulai melaksanakan rapat koodinasi dengan pihak terkait seperti, Disdukcapil, Dinkes, Tim Gustu Penanganan Covid-19 serta para pimpinan kecamatan di Aula Kantor KPU Haltim, Rabu (8/7/2020).

Ketua KPU Haltim Mamat Jalil menyebutkan, salah satu tahapan yang dihadapi bulan ini adalah pencocokan dan penelitian (Coklit) Pemuktahiran Data Pemilih oleh Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) dari rumah ke rumah.

Olehnya itu, KPU merekomendasikan seluruh petugas PPDP sebelum pencoklitan terlibih dulu jalani rapid test.

“Kami meminta kesediaan dari Tim Gugus agar kirannya menjawab permintaan kami yaitu melakukan rapid test kepada petugas kami sebelum melakukan pencoklitan,” pinta Ketua KPU dalam rapat.

Ketua KPU juga menawarkan apabila rapid test tak bisa dilakukan, minimal petugas PPDP bisa mengantongi keterangan sehat dari dokter ataupun Rumah Sakit untuk menjadi dasar saat bertugas.

Menanggapi permintaan KPU, Ketua Bidang Penindakan Gustu Covid-19 Haltim dr. Vita Sangaji menyatakan, pelaksanaan rapid test terhadap 201 petugas PPDP bisa saja dilakukan namun ketersedian alat saat ini tidak mencukupi.

“Tim gugus sendiri hanya memiliki sekitar 200 lebih (alat rapid test) dan itu hanya diperuntukkan kepada pasien. Kita sudah memesan tapi sampai sekarang belum juga ada,” katanya.

Ia menerangkan, alat rapid test yang harus disediakan untuk petugas PPDP paling kurang 500 buah. Sebab jangka waktu rapid test hanya 1 minggu, sementara petugas PPD akan bertugas selama 1 Bulan.

“Sehingga itu kami menyarankan tanpa rapid sambil menunggu pesanan alat rapid test, petugas PPDP bisa menggunakan Suket Kesehatan,” terangnya.

Sekedar untuk diketahui, rapat koordinasi ini dihadiri 4 Komisioner KPU Haltim, Camat se-Kabupaten Haltim, Bawaslu Haltim yang terdiri dari Kordiv Pengawasan Kartini Abdullah, Kepala BP4D Ricky Chaerul Rifhat. Hadir juga keterwakilan Disdukcapil Haltim, keterwakilan Partai Politik, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.(dan/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bawaslu Haltim Perketat Pengawalan Coklit Data Pemilih

Rab Jul 8 , 2020
MABA – Tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun ini tentunya akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Ini dikarenakan pandemi corona atau Covid-19 yang diharuskan semua tahapan wajib menerapkan protokol kesehatan seperti social distancing, jaga jarak hingga pakai masker. Ini sesuai dengan amanat Undang-undang No. 2 dan PKPU No. 6 […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!