Pemkot Tikep Akui Penanggulangan Bencana Banjir Terkendala Anggaran

Malik Muhammad
Malik Muhammad

TIDORE – Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) mengakui bila penanggulangan bencana banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Oba terkendala masalah anggaran.

Kendala yang disampaikan oleh Pemkot Tikep kepada Komisi III DPRD Tikep ini dinilai sebagai kurang matangnya perencanaan pemerintah dalam mengantisipasi ancaman bencana pada wilayah rawan bencana di daratan Oba.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi III, Malik Muhammad mengatakan, penyebab banjir yang melanda Desa Kosa, Bale, Koli, Hijrah dan Toseho dikarenakan banyaknya kali mati yang belum dinormalisasi.

Selain upaya antisipasi bencana yang kurang, Pemkot Tikep melalui BPBD pun belum memberikan respon yang riil terhadap penanggulangan pasca bencana alam tersebut.

“Lagi-lagi kendalanya anggaran. Seharusnya bencana seperti ini anggaranya sudah disiapkan dan tidak bisa dipakai untuk yang lain,” tegasnya.

Malik kembali menjelaskan, soal anggaran untuk bencana di tahun 2020 sebanyak Rp 500 juta, namun saja karena Covid-19 anggaran di refocusing menjadi Rp 300 juta.

“Dan masih ada Rp 200 juta, tetapi Rp. 100 juta sudah terpakai untuk tangani bencana non alam, maka tinggal Rp 100 juta lagi. Tetapi sisanya, kita masih tunggu layangkan surat ke keuangan agar bisa menggunakan anggaran itu,” timpalnya.

Selain itu Malik mengaku, dalam waktu dekat ini OPD terkait sudah harus menangani persoalan banjir.

“Dalam kondisi musibah model ini, kita masih urus administrasi. Saya menilai Pemkot lemah dalam koordinasi. Seharusnya Pemkot bisa berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) agar bisa membantu untuk normalisasi kali,” cetusnya.

Terpisah, menyikapi pernyataan komisi III, Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim saat dikonfirmasi memastikan dalam waktu dekat pemerintah lewat OPD terkait akan segera melakukan penanggulangan bencana pada desa yang terdampak bencana.

“Soal banjir itu untuk jangka pendek atau dalam waktu dekat ini segera akan ditangani, instansi terkait antara BPBD dan PU saya sudah minta bergerak cepat menangani. Karena itu kali mati, jadi tertumpuk bahan material, makanya perlu normalisasi aliran sungai supaya waktu hujan bisa berjalan lancar,” tutup Ali.(len/red)

Pos terkait