Soal Biaya Rapid Test, ini Penjelasan Sekda Syafrudin Sapsuha

Hearing massa aksi dengan Pemda Kepsul

SANANA – Aksi demonstrasi Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Ambon yang menuntut pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) untuk menghapus biaya rapid test Covid-19 mendapat respon baik dari Pemda setempat.

Sekda Kepsul, Syafrudin Sapsuha dalam hearing bersama massa aksi di Posko Pemanganan Covid-19, Desa Mangon, Kecamatan Sanana menekankan, rapid test yang dilaksanakan Tim Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepsul tanpa dipungut biaya.

“Subernya dari apotek itu mereka swasta, tidak ada sangkut pautnya dengan gugus tugas Pemda Kepsul. Jadi managemennya apotek dengan pemerintah daerah beda. Gugus tugas itu menejemennya pemerintah, tidak ada sangkut pautnya dengan swasta,” ucapnya dihadapan peserta hearing.

BACA JUGA: HPMS Tuntut Pemerintah Hapus Biaya Rapid Test

Syafrudin menjelaskan, sebagaimana kesepakatan tim medis dan dokter, sebelum rapid test harus difilter terlebih dahulu. Sebab jumlah alat rapid test yang dimiliki Pemda Kepsul dalam hal ini Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 masih terbatas.

“Alat rapid test saat ini ada 1000. Sementara ini kami (Pemda-red) dalam upaya penambahan 2000 lagi alat rapid test dalam proses datang. Jadi total 3000 maka kita akan rapid test merata sesuai dengan stok alat yang ada,” jelasnya.

“Ini hanya keterbatasan alat rapid test makanya digunakan untuk mereka yang terkonfirmasi gejala atau positif covid, maupun mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien positif, belum digunakan untuk masyarakat secara umum,” sambung dia.

Dengan legowo, Syafrudin menerima masukan yang disampaikan oleh massa aksi meminta harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Tentunya hal-hal yang memjadi masukan kita dengar bersama. Saya tekankan lagi tidak ada pembayaran rapid test. Kalau ada berarti itu diluar kewenangan tim gugus Pemerintah,” tegasnya.(red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kadis Pendidikan Kepsul "diperiksa" Polisi?

Sen Jul 6 , 2020
SANANA – Aksi demonstrasi Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Ambon yang menuntut pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) untuk menghapus biaya rapid test Covid-19 mendapat respon baik dari Pemda setempat. Sekda Kepsul, Syafrudin Sapsuha dalam hearing bersama massa aksi di Posko Pemanganan Covid-19, Desa Mangon, Kecamatan Sanana menekankan, rapid test […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!