Soal Banjir di Desa Kosa, Pemkot Tikep kembali Tuai Kritik dari DPRD

Muhammad Hi. Fatah
Muhammad Hi. Fatah

TIDORE – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan (Tikep) kembali menuai kritik pedas dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) karena lamban menangani bencana banjir. Seperti yang terjadi di Desa Kosa, Kecamatan Oba, Kota Tikep.

Kali ini kritik datang dari Anggota DPRD Muhammad Hi. Fatah. Ia mengatakan, berdasarkan informasi masyarakat Desa Kosa banjir terjadi berulang kali ketika hujan. Anehnya hingga saat ini tidak ditaggapi oleh pihak Pemkot Tikep. Padahal Wakil Walikota Tikep Muhammad Sinen telah berkunjung ke lokasi bencana.

Bacaan Lainnya

“Biar pak Wakil sudah turun, tetapi tetap tidak teralisasi persoalan banjir yang menimpah masyarakat Kosa. Persoalannya banjir sampai sekarang kalau dilihat sangat darurat. Beberapa malam kemarin banjir masih terjadi dan air menggenangi rumah warga. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan sama sekali,” katanya ketika ditemui maluttimes.com di Kantor DPRD Kota Tikep, Senin (6/7/2020).

Katua Fraksi PKB ini bilang, pihaknya telah berkunjung ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tikep untuk memastikan langkah antasipasi bencana tetapi mereka tidak berada di tempat.

“Ini sudah dua kali bencana banjir. Padahal informasi yang saya dapat katanya mereka tidak ada intruksi dari pimpinan. Itu yang membuat saya sesalkan sebagai wakil rakyat dari PKB,” ucapnya.

BACA JUGA: Lamban Tangani Banjir di Kosa, BPBD Tikep ‘disemprot’ Pimpinan Dewan 

Akibat dari sikap Pemkot Tikep ini, Fatah mengaku dirinya menjadi sasaran kritik dari masyarakat daerah setempat. “Sampai warga bilang anggota DPRD dapil II tinggal di mana sampai tidak lihat masalah banjir. Sempat sampai pukul 04:00 WIT tadi malam, banjir juga masih melanda Desa Kosa,” ucapnya dengan nada kesal sembari mengaku, sudah bertemu Walikota Tikep Capt. Ali Ibrahim tetap belum ada respon.

“Banjir bukan hanya terjadi di Desa Kosa, tetapi terjadi juga di Desa Bale, Koli, Hijrah dan Toseho karena meluapnya air kali. Kalau tidak direspon biarkan kami lapor langsung ke Balai saja,” tegasnya.

“Kami akan tetap menunggu petakan dari BPBD dan PU terkait dengan antisipasi banjir baru akan ada rapat bersama dengan DPRD,” sambungnya mengakhiri.

Terpisaha, Kepala BPBD Kota Tikep Abdurahim Achmad ketika dikonfirmasi mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait masalah tersebut. ”Saya belum bisa komentar, karena saya punya staf masih turun ke lapangan,” singkatnya.(len/red)

Pos terkait