Vonis ‘Ringan’ Tiga Penganiaya Mahasiswa, PN Soasio didemo Massa

TIDORE – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Soasio, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Senin (29/6/2020) menjatuhkan vonis bersalah kepada 3 orang terdakwa kasus penganiayaan seorang mahasiswa di Payahe, Kota Tikep.

Ketiga terdakwa diantaranya Nurhalis Galitan, Alwi Hamid dan Farid Soleman terbukti secara sah menganiaya Akbar Ramli hingga luka berat di bagian kepala korban sehingga melanggar undang-undang hukum pidana 351 ayat 2 KUHP pidana junto pasal 55 ayat 1 pidana.

Masing-masing terdakwa divonis berbeda. Untuk terdakwa I Nurhalis Galitan, majelis hakim yang diketuai Ennierlia Arientowaty, SH menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara, terdakwa II Alwi Hamid 1 tahun dan 6 bulan penjara, sedangkan terdakwa III Farid Soleman 8 bulan penjara.

“Para terdakwa telah terbukti dan melakukan tindak pidana secara terang-terangan kepada korban yang mengakibatkan luka berat sebagaimana dalam dakwaan penuntut umum,” ungkap Ennierlia.

Lanjut Ennierlia, vonis pidana yang dijatuhkan kepada ketiga terdakwa akan dikurangi dengan masa hukuman yang telah dijalani ketiganya sejak masa penangkapan dan penahanan sebelumnya.

“Jawab dari ketiga terdakwa, bahwa ketiganya menerima putusan tersebut, sedangkan pihak JPU sendiri masih pikir-pikir soal putusan dan akan ada upaya banding,” katanya.

Sementara itu, putusan majelis hakim yang dinilai meringankan ketiga terdakwa ini menuai amarah pihak keluarga korban beserta rekan-rekannya sesama mahasiswa.

Tergabung dalam kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Penuntut Keadilan, massa pun mengadakan aksi demo di depan Gedung PN Soasio.

Massa menilai keputusan hakim sangat tidak adil terhadap korban yang mengalami luka parah, baik secara fisik maupun psikis.

“Kondisi korban pasca kasus pengeroyokan, korban M. Akbar Ramli telah mengalami gangguan secara fisik dan mental sampai tidak bisa beraktifitas seperti biasanya. Karena korban mengalami keretakan di bagian kepala belakang, akibat pukulan benda keras yang dibuktikan dengan kesaksian 2 dua dokter yang menangani pasien selama dirawat di RSUD Kota Tidore Kepulauan, serta dengan bukti medis berupa CT scan dan hasil visum,” ungkap Asril Bayan, Korlap aksi Aliansi Penuntut Keadilan.

Asril pun menegaskan, pihaknya melihat ada kejanggalan dalam putusan hakim, karena tidak mempertimbangkan kondisi korban.

“Kami sebagai keluarga korban akan tetap melanjutkan jalur hukum selanjutnya. Karena keputusan yang diambil oleh majelis hakim tidak sepenuhnya tidak memberikan rasa keadilan sebagai korban,” kecamnya.(len/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hasil Audit ADD dan DD Desa Wai Ipa diserahkan ke Polisi

Rab Jul 1 , 2020
TIDORE – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Soasio, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Senin (29/6/2020) menjatuhkan vonis bersalah kepada 3 orang terdakwa kasus penganiayaan seorang mahasiswa di Payahe, Kota Tikep. Ketiga terdakwa diantaranya Nurhalis Galitan, Alwi Hamid dan Farid Soleman terbukti secara sah menganiaya Akbar Ramli hingga luka berat di bagian […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!