Pemkot Tikep Tolak Karantina Pasien Covid-19 PT. NHM di Sofifi

Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen
Wakil Walikota Tikep, Muhammad Sinen

TIDORE – Rencana penempatan lokasi karantina bagi pasien Covid-19 karyawan PT. Nusa Halmahera Mineral (PT. NHM) di wilayah Sofifi, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) mendapat penolakan Pemerintah Kota (Pemkot) Tikep.

Inisiatif PT. NHM bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara ini diduga lantaran adanya penolakan dari Kabupaten Halmahera Utara (Halut) yang tak lain adalah daerah perusahaan tambang emas ini beroperasi.

Bacaan Lainnya

“Memang sudah ada pemberitahuan izin dari Provinsi Malut terkait lokasi karantina, tetapi saya minta jangan dulu dilaksanakan, sebab posisi Tidore dalam penyebaran Covid-19 semakin meningkat, makanya Pemrov harus perhatikan ulang izin yang sudah dikeluarkan,” tegas Muhammad Sinen, Wakil Wali Kota Tikep, Selasa (30/06/2020).

Orang nomor dua di Kota Tikep itu pun mempertanyakan, bila perusahaan tambang sebesar PT. NHM harusnya bisa membuat sendiri tempat karantina karyawannya yang terjangkit Covid-19, misalnya pada daerah dimana perusahaan ini beroperasi.

“PT NHM ini kan perusahaan besar, kenapa tempat karantina saja harus cari ke daerah lain, kenapa dia tidak bisa bikin sendiri atau jangan-jangan ini ditolak oleh masyarakat Halmahera Utara, kemudian dibawa ke Sofifi, otomatis Tidore tidak akan menerima itu,” tegasnya lagi.

Dilain hal, Politisi PDIP ini pun menyayangkan lambannya respon Pemprov Malut yang hingga kini belum merespon surat Pemkot Tikep terkait permintaan fasilitas dan tempat karantina bagi pasien positif asal Kota Tikep.

“Surat yang sudah dilayangkan sampai saat ini belum dijawab oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara,” pungkasnya.(len/red)

Pos terkait