Warga Garajou Palang Kantor Desa Lantaran Pembagian BLT Covid-19 Tak Merata

TIDORE – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai atau BLT bagi warga terdampak virus corona atau Covid-19 menuai banyak cerita negatif. Salah satunya adalah kantor Desa Gurajou, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara dipalang warga pada Senin (1/6/2020).

Kantor desa itu dipalang warganya sendiri yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Desa Gurajou karena pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19 tidak merata.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pemalangan kantor desa itu terjadi sekira pukul 09:00 WIT. Warga membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan transparansi anggaran Covid-19 dan BLT serta pemerataan pembagian BLT sesuai regulasi.

Kepala Desa Gurajou, Halil Sabtu ketika dikonfirmasi maluttimes.com via handphone membenarkan adanya aksi tersebut. Ia mengatakan penyaluran BLT dilaksanakan sesuai dengan arahan Pemkot Tikep harus berupa uang tunai.

“Kalau pakai uang maka harus bersandar pada 14 kriteria. Tetapi kalau kriteria ini yang dipakai di Desa Gurajou pastinya tidak bisa dapat bantuan BLT. Ini yang terjadi sehingga mengakibatkan protes dari warga. Kalau Pemkot Tikep punya pakai 3 kriteria yaitu ANS, TNI-Polri dan pensiunan tidak wajib terima BLT,” katanya.

“Masyarakat yang menerima BLT, hanya dari pemerintah desa yang tahu. Karena dengan nama-nama yang dikirim oleh pemerintah desa, sebagian nama tidak tercantum didalam daftar absen. Tetapi namanya tidak terkirim namun dapat bantuan. Ini yang saya bingung,” sambung dia.

Halil merasa pihaknya dalam hal ini pihak pemerintah desa diabaikan oleh Pemkot Tikep. “Pemerintah Kota Tikep terlalu sibuk makanya kades-kades merasa diabaikan. Makanya ngoni (kalian) harus lihat saya punya akun facebook lama. Saya juga marah, tetapi tidak ditujukan ke Pemerintah Kota Tidore Kepulauan,” ujarnya.

Sudah begitu kata dia, Pemkot Tikep melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa telah menginstruksikan kepada seluruh pemerintah desa untuk membagi sembako.

“Ini Kepala PMD intruksi bagi sembako, tetapi dipending karena masih ada koordinasi terkait dengan pembelian sembako untuk bantuan sosial. Tetapi dari koordinasi itu, ada salah satu kades yang menyampaikan pesan lewat watshaap grup, sehingga membuat Kadis PMD marah, namun  pembagian BLT-DD Covid-19, kami dari Pemdes Gurajou mengundang semua stakeholder untuk mencari jalan keluar,” tuturnya.(len/red)

 

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Positif Covid-19, Istri Walikota Tidore Tutup Usia di RSUD Chasan Boesoirie Ternate

Sen Jun 1 , 2020
TIDORE – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai atau BLT bagi warga terdampak virus corona atau Covid-19 menuai banyak cerita negatif. Salah satunya adalah kantor Desa Gurajou, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara dipalang warga pada Senin (1/6/2020). Kantor desa itu dipalang warganya sendiri yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!