Selasa, Oktober 26, 2021
Home > MALUT > Kota Tidore > dJAMAN Malut Desak Polisi Bebaskan Ucen dan 12 Buruh yang Ditahan

dJAMAN Malut Desak Polisi Bebaskan Ucen dan 12 Buruh yang Ditahan

Ketua Umum dJAMAN Malut, Rahmat Syafrudin

TIDORE – Jaringan Mahasiswa Nuku (dJAMAN) Maluku Utara mendesak Polda Maluku Utara segera membebaskan Ucen dan 12 buruh PT. IWIP yang ditahan usai melakukan demo pada 1 Mei 2020 lalu.

Dalam keterangan tertulis yang diterima maluttimes.com, Rabu (13/5/2020), Ketua Umum dJAMAN Malut, Rahmat Syafrudin mengatakan, permasalahan  yang terjadi pada Husen Muhmud alias Ucen dan 12 buruh itu, menurut pertimbangan hanya sebatas menyampaikan keresahan terhadap aturan yang dibuat oleh pihak perusahaan, ditambah dengan penyampaian aspirasi dalam memperingati hari buruh.

Menurut Rahmat, tindakan PHK dan proses hukum yang dilakukan oleh PT.IWIP adalah sikap mencederai nilai demokrasi, dalam penyampaian pendapat di muka umum baik secara lisan maupun tulisan.

“Ini sudah bagian dari pemerasan tenaga kerja tanpa upa kerja yang layak. Sebab kebutuhan kerja lebih tinggi dari pada jam istrihat yang cukup. Olehnya itu, lahirnya sikap diskriminatif perusahaan memperlakuka para buruh. Akhirnya, Ucen dianggap oleh perusahan PT.IWIP mencoret nama baik perusahaan dan ditangkap dan di proses hukum,” ujarnya.

Mirisnya kata Rahmat, berdasarkan informasi yang dihimpung dJAMAN Malut bahwa, penangkapan Ucen berawal ketika memenuhi panggilan perusahaan untuk menyelesaikan administrasi pemecatan dirinya sebagai buruh.

“Setelah Ucen datang pada tanggal 10 Mei 2020 lalu di perusahan, justru bukan menyelesaikan administrasi pemecatan, tetapi justru di tanggkap oleh anggota Polda Malut bersama Polres Halmahera Tengah dan dibawah ke kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Malut untuk menjalani pemeriksaan karena diduga melakukan pengerusakan fasilitas perusahan PT.IWIP yang berperan sebagai salah satu orator dalam aksi itu,” katanya.

Lanjut Rahmat, dalam penangkapan Ucen sudah direncanakan sebelumnya oleh pihak PT.IWIP karena, Ucen dituduh turut merusak fasilitas perusahaan.

“Secara kasat mata, Polda Maluku Utara seharusnya hadir sebagai lembaga penegak hukum untuk memberikan jaminan keamanan kepada setiap warga Negara yang menyampaikan pendapat di depan umum. Karena setiap warga Negara dimata hukum adalah sama, tetapi hal ini justru berpihak kepada perusahaan,” cetusnya.

“Atas nama dJAMAN Malut, penangkapan Ucen dipertimbangan semua aspek. Untuk itu, kepada Polda Maluku Utara segera bebaskan Ucen dan 12 buruh lainnya yang diduga melakukan pengrusakan secara sitematis,” desaknya.(len/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!