Selasa, Oktober 26, 2021
Home > MALUT > Halmahera Barat > Cegah Corona, Desa Galala Halbar Perketat Akses Keluar-Masuk Warganya

Cegah Corona, Desa Galala Halbar Perketat Akses Keluar-Masuk Warganya

Pemdes Desa Galala bersama relawan Covid-19 melaksanakan giat perketat akses keluar-masuk warganya

JAILOLO – Sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Provinsi Maluku Utara mulai menerapkan karantina lokal dengan memperketat akses jalan masuk ke perkampungan. Warga memasang palang pintu di wilayah dusun pemukiman warga, hal ini untuk mencegah penyebaran Corona.

Salah satu desa yang sudah menerapkan adalah Desa Galala di Kecamatan Jailolo. Desa itu menutup jalan memasang portal, sementara akses masuk dan keluar dijaga oleh warga secara bergantian.

“Iya, kami dari Pemdes dengan relawan desa membuat palang di tempat umum tujuannya selain mengingatkan kewaspadaan, kami juga membentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan masker serta menjaga kesehatan agar pendemik Covid-19 terhindar dari masyarakat,” kata Hafid Hi. Taib, Kepala Desa Galala, ketika ditemui maluttimes.com, Kamis (30/4/2020).

Relawan juga setiap harinya memantau pergerakan para pemudik dari kota yang menggunakan jalan poros maupun jalan perkampungan.

“Saat ini arus kedatangan pemudik khususnya di Kecamatan Jailolo terus bertambah bahkan hampir setiap harinya,” ujar Hafid.

“Untuk itu kami dari Pemdes bersama relawan Covid-19 Desa Galala berinisiatif untuk membuat palang pintu guna terus memantau perkembangan dan situasi terkini,” sambungnya.

Hafid mengemukakan, saat ini proses penyemrpotan cairan disinfektan dihentikan sementara. “Setelah dilakukan pertemuan dengan tenaga kesehatan desa bersama relawan, untuk penyemprotan kami hentikan sementara karena banyak masukan sehingga kami putuskan untuk penyemprotan di setop. Jadi yang di berlakukan hanya penggunaan masker dan cuci tangan,” cetusnya.

Ia memperdiksi, menghadapi Idul Fitri 1441 Hijriah nanti dipastika terjadi lonjakan pemudik sehingga relawan Posko Covid-19 juga terus menghimbau warga terutama para remaja untuk tidak berkerumun dan menyarankan agar tetap di rumah.

“Biasanya para remaja senang berkerumun, jadi kami sarankan agar tetap di rumah saja sebagaimana imbauan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya lagi.

Ditambahkan, kebijakan memperketat akses keluar-masuk perkampungan ini tidak hanya berlaku untuk warga Desa Galala saja, akan tetapi kepada seluruh warga yang melintasi desa setempat.

“Kami selalu ingatkan agar memakai masker dan cuci tangan, sehingga tujuan kita bersama dalam memutuskan mata rantai pandemi covid-19 dapat terlaksana dengan baik,” tandasnya.

Tak lupa, Hafid juga menyampaikan permintaan maafnya kepada warga yang melintasi Desa Galala. “Saya secara pribadi dan pemdes menyampaikan permohonan maaf atas ketidak nyamanan para pengguna jalan. Ini kami lakukan tidak lain agar supaya kita taat akan anjuran-anjuran yang telah di keluarkan guna memutuskan mata rantai wabah ini,” ucapnya mengakhiri.(ms/all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!