Rabu, Oktober 27, 2021
Home > EKONOMI > Pemkot Tikep Pastikan Ketersediaan Sembako Jelang Ramadhan Hingga Idul Fitri Stabil

Pemkot Tikep Pastikan Ketersediaan Sembako Jelang Ramadhan Hingga Idul Fitri Stabil

Saiful Bahri Latif

TIDORE – Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM memastikan, ketersediaan kebutuhan sembilan bahan pokok masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan 1441 H/Tahun 2020 stabil.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kota Tikep, Saiful Bahri Latif, ketika dikonfirmasi maluttimes.com, Selasa (21/4/2020) di ruang kerjanya mengatakan, saat ini pengangkutan bahan pokok itu dalam perjalanan dari Surabaya menuju Tidore menggunakan kapal tol laut. Ketersedian menghadapi bulan suci Ramadhan sampai dengan Idul fitri dalam kondisi terkendali.

“Dalam artian, stoknya dalam kondisi tersedia. Sebab kapal tol laut sudah keluar dari Surabaya mulai dari kemarin dan sesuai jadwal itu tanggal 26 April 2020 akan tiba Tidore, membawa 120 ton beras, 36 ton gula pasir, 54 ton terigu dan 64 ton minyak goreng. Bahan pokok tersebut semoga tiba sesuai dengan jadwal yang sudah di tentukan,” katanya.

Selain itu, kapal yang akan tiba di pelabuhan Trikora Tidore itu juga memuat 8 kontainer berisi bahan pokok dan juga air mineral.

“Dalam kondisi wabah penyakit virus corona saat ini, kami tidak membatasi stok yang masuk, namun hanya orangnya saja. Karena untuk mengatasi kebutuhan bahan pokok di Kota Tidore dalam beberapa hari ke depan akan disuplai dari Surabaya maupun dari Kota Ternate melalui kapal ferry,” ujar Saiful.

“Terpenting bagaimana menjaga jalur distribusinya, kalau jalurnya lancar maka ketersedian juga lancer..Sementara untuk kondisi harga, semua bisa dikendalikan tidak mengalami fluktuasi, kecuali gula pasir. Karena memang gula beberapa minggu belakangan mengalami kelangkaan dan ini sudah menjadi fenomena nasional. Jadi stok bahan pokok dipastikan aman,” sambungnya.

Sementara itu, lanjut Saiful, Pemkot Tikep melalui Disperindagkop dan UKM akan terus melakukan pengawasan dan mengontrol barang di setiap hari mulai dari wilayah Kecamatan Oba Utara hingga Kecamatan Oba Tengah.

“Karena salama melakukan pengawasan, memang tidak ditemukan penumpukan di pemilik-pemilik toko besar. Kalaupun itu ada bisa dikena sanksi pidana sesui dengan UU perdagangan Nomor 7. Jadi saya menghimbau kepada setiap pedagang jangan mengambil keutungan disituasi dan kondisi Negara dan daerah yang memang lagi sulit seperti ini,” tandasnya.(len/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!