Rabu, Oktober 27, 2021
Home > MALUT > Halmahera Barat > Polisi Ungkap Identitas Mayat yang Ditemukan di Kebun Warga Desa Akelamo

Polisi Ungkap Identitas Mayat yang Ditemukan di Kebun Warga Desa Akelamo

ilustrasi
ilustrasi

JAILOLO – Polisi berhasil mengungkap identitas sosok mayat yang ditemukan tergantung di pohon mangga, kebun milik La Ade, warga Desa Akelamo, Kecamatan Sahu Timur, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) pada 16 November 2019 lalu.

Kapolres Halbar, AKBP Aditiya Laksimada saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2020) malam mengungkapkan, berdasarkan hasil uji Forensik DNA, jenaza tersebut bernama Dasri Suwardi (27) warga Desa Susupu.

“Iya, suda keluar hasil DNA-nya,” kata Kapolres via WhatsApp.

Lanjut Kapolres, Dasri Suwardi dilaporkan menghilang sejak 17 Oktober 2019 lalu.

“Jadi akan diselesaikan seluruh administrasi untuk dikembalikan ke rumah orang tuanya,” sambungnya.

BACA JUGA: Seorang Pria di Halbar Ditemukan Tewas Gantung Diri

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa, mayat yang tak beridentitas itu adalah Dasri Suwardi (27). Dimana ada pengakuan dari Ulfa M. Saleh (45) bahwa ada anak laki-lakinya bepergian semenjak 17 Oktober 2019 lalu dan belum juga pulang.

“Waktu itu dia (Dasri Suwardi) keluar dari rumah tanpa pamit. Tapi sebelum dia pergi, sekitar pukul 09-00 WIT, dia masih sempat minta doi (uang) sama saya,” kata Ulfa ketika ditemui wartawan belum lama ini.

Sementara itu, kronologis ditemukannya jenazah Dasri Suwardi berawal dari, La Ade bersama temannya bernama Sapria Tuara bepergian ke kebun untuk memetik buah mangga, berkisar pukul 17:10 WIT, 16 November 2019.

Setibanya di kebun milik La Ade yang berada tepat di belakang pasar Akelamo, mereka mencium bau busuk yang tidak jauh dari lokasi pohon mangga yang dituju.

BACA JUGA: Polisi Otopsi Mayat Tanpa Identitas di TPU Akelamo Halbar

Penasaran, La Ade kemudian mendakti pohon mangga tersebut untuk memastikan asal muasal bau busuk itu. Sontak ia terkejut melihat sosok mayat tergantung dengan seutas tali dan sudah membusuk.

La Ade kemudian memanggil Sapria untuk melaporkan peristiwa itu kepada Pemerintah Desa, Babinkamtibmas dan Babinsa desa setempat.

Dari laporan itu. sebanyak 5 personel Polsek Sahu, Babinsa serta tim medis RSUD Jailolo mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.

Hingga berita ini dipublis, aparat Kepolisian Resor Halmahera Barat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif peristiwa tersebut.(tim/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!