Viral… Nelayan Kubur 2 Ton Ikan Tuna di Halmahera

Asmar Hi. Daud

MABA – Sejumlah nelayan di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur baru-baru ini bikin heboh jagat maya.

Betapa tidak, foto tentang sejumlah nelayan yang menguburkan sekitar 2 ton ikan tuna jadi viral begitu tersebar diberbagai sosial media, terutama Facebook.

Informasi yang dihimpun media ini dari nelayan setempat, berton-ton ikan tuna itu terpaksa harus dikubur karena telah membusuk.

Alasan nelayan, ikan tuna menjadi busuk karena tidak ada stok es yang cukup untuk membuat ikan terjaga kesegarannya. Akibatnya, nelayan diperkirakan merugi ratusan juta rupiah.

Peristiwa penguburan massal ikan tuna itu juga disikapi oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Halmahera Timur, Asmar Hi. Daud ketika dikonfirmasi via seluler, Jumat (10/4/2020).

“Ya kan selama ini tidak pernah begini. Mana ada tuna dikubur? bahkan harganya melampaui ekspektasi. Semua itu karena kran tuna ditutup. Pembeli yang selama ini datang beli di utara seperti perusahaan penampung dari Bitung, Ternate dan lain-lain sudah tidak lagi datang beli,” ungkap Asmar.

Alasan nelayan terkait tidak adanya ketersediaan es pun direspon oleh Asmar. Menurut dia, stok es tersedia di PPI Manitingting yang ada di Kecamatan Maba, hanya saja nelayan tidak mau menggunakan fasilitas tersebut dengan enggan menjadikan PPI sebagai pangkalannya.

Karena enggan memakai fasilitas PPI, kata Asmar, data hasil tangkapan nelayan termasuk ikan tuna pun tidak tercover ke pemerintah daerah.

“Semua armada tangkap tuna yang diserahkan ke kelompok nelayan diarahkan untuk mendukung unit pengolahan ikan di PPI Manitingting, data produksi harus dilaporkan ke dinas sesuai kesepakatan dalam berita acara penyerahan tapi selama tidak pernah dipenuhi (nelayan),” tegas Asmar.

Disentil soal harga ikan tuna yang membuat nelayan lebih tergiur menjualnya ke perusahaan lain dibanding ke PPI menurut Asmar, memang sudah menjadi permasalahan pasar, karena PPI juga menyesuaikan dengan harga pasar. Meski begitu, kata dia, nelayan dari Wasile Utara masih mendaratkan hasil tangkapannya ke PPI.

“Tapi kalau sekarang ya semua harga tuna turun karena pasar internasional belum menerima pasar tuna sehingga menyebabkan semua pabrik tuna secara nasional maupun yang di daerah membatasi bahkan tidak lagi menerima stok produksi ikan tuna,” cetusnya.

Ditambahkan, terkait rencana penambahan pabrik es mini di Maba Utara, pihaknya sudah mengusulkan sejak tahun 2017 silam. Hanya saja masih harus diverifikasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Misalnya soal kelompok penerima dengan profilnya, lahan kelompok, air bersih, listrik, akses jalan dan lain-lain.

“Seperti di beberapa lokasi yang diusulkan diantaranya Desa Wailukum atau Kota Maba, Subaim Kampung, Desa Akedaga dan Bicoli sudah dibangun meskipun kapasitas produksinya berbeda. Dan sementara, untuk wilayah utara-utara sesuai perencanaan ke depan pak bupati akan bangun sentra kawasan perikanan terpadu di Dabo Maba Utara dan master plan serta sebagian persyaratan teknis sudah kami siapkan,” tukasnya.(af/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Curhat Nakes Covid-19 di Sosmed, Begini Respon Kadinkes Haltim

Jum Apr 10 , 2020
MABA – Sejumlah nelayan di Kecamatan Maba Utara, Kabupaten Halmahera Timur baru-baru ini bikin heboh jagat maya. Betapa tidak, foto tentang sejumlah nelayan yang menguburkan sekitar 2 ton ikan tuna jadi viral begitu tersebar diberbagai sosial media, terutama Facebook. Informasi yang dihimpun media ini dari nelayan setempat, berton-ton ikan tuna […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!