Rabu, Oktober 27, 2021
Home > MALUT > Kota Tidore > Petugas Medis di Kecamatan Tidore Timur Tangani Covid-19 dengan Bantuan APD Jas Hujan

Petugas Medis di Kecamatan Tidore Timur Tangani Covid-19 dengan Bantuan APD Jas Hujan

ilustrasi

TIDORE – Petugas medis di Posko wilayah Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, hingga saat ini harus melaksanakan tugas pencegahan virus Corona atau Covid-19 dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) seadanya.

Sudah hampir sebulan ini, yang mereka gunakan bukan lah pakaian Hazardous Materials (Hazmat) yang terbuat dari bahan impermeabel yang bisa digunakan untuk proteksi diri dari material berbahaya, dan biasa digunakan oleh tenaga medis di daerah yang terkontaminasi atau beracun. Mereka hanya menggunakan jas hujan, yang bahannya hampir sama dengan kantong pelastik dan mudah robek.

“Memang pihak puskesmas sudah menyediakan jas hujan sebagai alat pelindung. Hanya saja masker dan hand skull terbatas sekali untuk kami yang di Puskesmas Tosa. Dari pihak kecamatan sudah sampaikan ke Pemkot terkait operasional petugas medis, dan itu diberikan kepada tim posko kelurahan, maupun tim SKB yang juga masih terbatas. Tetapi apapun yang kami bisa berbuat tetap akan kami buat bagi masyarakat,” ungkap Dwikandi Amalia, selaku Penanggung Jawab Penanganan Covid-19 di Puskesmas Tosa, Kecamatan Tidore Timur, saat dikonformasi, Rabu (8/4/2020).

Lanjutnya, bantuan yang sudah diterima pihaknya saat ini adalah 4 boks masker, telah dibagi ke tiap posko yakni posko pelabuhan Mafututu dan tim SKB.

“Yang lebih diutamakan saat ini adalah APD, masker dan hand skull. Namun, hanya dua alat yang sudah dibelikan dari puskesmas. Tetapi APD masih dalam bentuk jas hujan,” kata Amalia.

“Yang pasti kami dari puskesmas berharap semua bantuan harus sesuai dengan standar operasional seperti kostum maupun APD lainnya. Kena Virus itu tidak nampak, jadi semua tim medis semuanya harus punya standar kebutuhan pelayanan setidaknya harus ada,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Tidore Timur Abdullah Nurdin. Dikatakan, usulan pengadaan APD dan bantuan tranportasi untuk pencegahan Covid-19 hingga saat ini belum menuai respon dari Pemkot Tikep.

“Jadi masker yang ada saat ini kami beli sendiri tanpa bantuan dari Pemerintah, yakni pihak Dinas Kesehatan Kota Tikep. Sebab, pagi tadi sudah ada mahasiswa yang pulang ke kampung masing-masing. Otomatis petugas posko di kelurahan juga akan membutuhkan masker maupun APD lainnya,” katanya.

Meski demikian, Abdullah menegaskan bahwa, pihak puskesmas tetap menjalankan tugas karantina kepada tipa mahasiswa ataupun masyarakat di Kecamatan Tidore Timur. “Baik yang masuk dalam status ODP maupun yang mempunyai gejala pada tubuh badan,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep, dr. Abdullah Mardjabesy, ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa, tiap puskesmas telah diberi bantuan anggaran sebesar Rp 10 juta untuk membeli jeket hujan, kacamata, helm, maupun alat kelengkapan lainnya.

“Jadi kalau anggaran 10 juta, kalau torang (kami) beli APD saat ini, akan hanya dapat 3 buah. Karena APD itu seharga 3 juta. Tentu itu tidak cukup bagi masing-masing puskesmas,” singkatnya.(len/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!