Selasa, Oktober 26, 2021
Home > MALUT > Kota Tidore > Pemuda Rum Tolak Karantina Corona di Gedung LPMP

Pemuda Rum Tolak Karantina Corona di Gedung LPMP


TIDORE – Pemuda Kelurahan Rum, Kecamatan Tidore Utara, Kamis (26/03/2019) melakukan protes serta penolakan bila gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku Utara di kelurahan setempat dijadikan tempat karantina pengidap corona.

Aksi tersebut menyusul adanya rencana penetapan lokasi karantina oleh Pemerintah Kota Tidore Kepulauan.

“Tentu kami dari masyarakat Rum akan menolak dan meminta kepada Kepala LPMP agar mencabut izin dari Pemkot Tikep sebagai langkah strategis mencegah perkembangan virus corona di Kota Tikep,” ungkap Sarjan, koordinator aksi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, dr. Abdullah Marajabessy menjelaskan bahwa rencana itu memang benar adanya, tapi bukan tempat karantina bagi pasien corona melainkan hanya tempat isolasi sementara bagi warga yang datang di Tidore.

“Usulan Wali Kota tentang LPMP sebagai karantina, karena dia jauh dari pemukiman masyarakat. Yang kami isolasi itu bukan orang sakit,” Jelas dr. Abdullah.

Dia pun mengatakan, untuk warga atau siapa saja dari dalam atau dari luar Pulau Tidore yang terkena virus corona agar secepatnya melapor agar mendapat rujukan ke RSUD dr. Chasan Boesorie Ternate.

Sementara itu Kepala LPMP Provinsi Maluku Utara, La Ode Sahifu membenarkan bila beberapa hari lalu Pemerintah Kota Tidore Kepulauan bersama pihak Polres, Kodim melakukan koordinasi dengan pihaknya dalam rangka memastikan tempat,yang menjadi lokasi karantina di gedung LPMP.

“Menyangkut dengan fasilitasi ruang karantina, LPMP menyiapkan ruangan asrama dan 20 kamar bagi warga masyarakat Tikep ataupun pendatang yang apabila terdapat penyakit virus Covid-19. Kami juga tidak menginginkan masyarakat Kota Tikep tidak terjangkit wabah tersebut,” katanya.

Dia pun berharap agar masyarakat juga ikut mendukung upaya pemerintah dalam rangka memerangi penyebaran virus corona atau covid-19 ini.

“Makanya warga Rum jangan demo, kalau bisa bersama dengan saya datang ke Pemda agar berkoodinasi supaya Wali Kota mengambil kebijakan yang standar untuk mengantisipasi lebih dini,” tandas La Ode.(len/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!