Bantuan Beras KPM di Oba Tengah Berkutu

Salah satu warga yang berpose tolak bantuan beras berkutu

TIDORE – Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tampaknya masih jauh dari harapan. BPNT yang diwujudkan beras dan telur diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam kondisi mengenaskan. Berasnya berbau tak sedap dan berkutu.

Kondisi seperti itu membuat warga penerima terpaksa tak mengonsumsi. Ditukar kepada pedagang beras dengan yang lebih baik. Tentunya dapat lebih sedikit. Namun bisa dimakan dan layak untuk dikonsumsi.

Astrid Hasan, salah satu Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Tikep mengatakan, penyaluran bantuan itu ke agen telah diamanatkan dalam pedoman umum program sembako Tahun 2020. Dimana, syarat bantuan yang disalurkan harus memenuhi 6 syarat yakni, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat harga, tepat kualitas, dan tepat administrasi.

“Kualitas beras di tiga kecamatan berkutu dan tidak layak dikonsumsi oleh keluarga penerima manfaat atau KPM. Untuk itu, beberapa agen penyalur menolak bantuan sembako yang didistribusikan oleh supplier yang katanya dari Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara itu,” ungkap Astrid, kepada wartawan, Rabu (19/3/2020).

Astrid bilang, agen menyuruh supplier untuk mengembalikan berasa tersebut. Salah satu agen/pedagang di Kecamatan Oba Tengah memilih menjual beras di toko sendiri untuk memenuhi pedoman umum sembako 2020.

“Saya berharap kepada supplier yang menyalurkan bantuan beras ke agen, agar bisa bertanggunjawab dan menarik kembali beras berkutu tersebut,” pintanya.

Hal senada juga disampaikan Koordinator PKH Kota Tikep, Sumarni Syahril. Berdasarkan informasi yang diterima pihaknya bahwa, supplier bantuan itu adalah salah satu CV yang direkomendasikan dari Provinsi Maluku Utara pada 16 Maret 2020 lalu.

Dimana, Dinas Sosial memberikan rekomendasi setiap kabupaten/kota untuk penyaluran Bansos pangan dengan merek beras Gamalama. “Untuk sementara ini, dari dinas sudah diperintahkan turun mengecek hasil di lapangan, dan untuk menarik beras tersebut,” ujarnya.

Sumarni menegaskan, PKH turut mengawal hal ini, dikarenakan terdapat KPM yang juga menerima beras tersebut.

“Agen saat ini masih bertahan dengan menyimpan beras berkutu itu di gudang dan berharap secepatnya bisa ditarik kembali oleh pihak supplier,” pungkasnya.

Sekedar untuk diketahui, selain Kecamatan Oba Tengah, bantuan yang sama juga disalurkan ke Kecamatan Oba dan Oba Selatan, Kota Tidore Kepulauan.(len/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ini Penjelasan Dirut RSUD Jailolo soal Pasien PDP Corona yang dirujuk ke RSUD Ternate

Kam Mar 19 , 2020
TIDORE – Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) di Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) tampaknya masih jauh dari harapan. BPNT yang diwujudkan beras dan telur diterima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam kondisi mengenaskan. Berasnya berbau tak sedap dan berkutu. Kondisi seperti itu membuat warga penerima terpaksa tak mengonsumsi. Ditukar kepada […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!