Bawaslu Kota Tikep Bimtek Pengelolaan Kehumasan, Peliputan dan Dokumentasi


TIDORE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan kehumasan, peliputan dan dokumentasi. Bertempat di penginapan Bongivil, Kelurahan Soasio, Kecamatan Tidore Kota Tidore Kepulauan, Selasa (17/3/2020).

Kegiatan yang bertujuan agar setiap informasi yang dipublikasi sesuai dengan diketahui oleh publik ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan, Bahrudin Tosofu, SH. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Bimtek oleh dua narasumber yang juga sebagai mantan Jurnalis Maluku Utara yakni, Abdullah Dahlan dan Fahmi Djamaludin.

Kordiv PHL Bawaslu Kota Tidore Kepulauan, Iriyani Kadir, S.Sos., M,Si, dalam penyampaiannya menerangkan bahwa, pengelolaan kehumasan, peliputan dan dokumentasi ini melekat pada satu devisi dan terdapat hubungan antar lembaga atau disebut Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PPID).

“Sebagaimana intruksi dari Bawaslu RI dan Provinsi maupun Bawaslu kabupaten/kota sudah membentuk PPID,” terangnya.

Iriyani menjelaskan, sebagaimana Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi, paling tidak ada sebuah informasi yang optimal kepada masyarakat, baik secara vertikal dari Bawaslu RI. Sehingga Bawaslu kabaputen/kota dituntut untuk memperkrasai hal itu dalam rangka kegiatan-kegiatan yang dipublis mampu sampai kepada masyarakat umum.

“Iformasi ini harus benar-benar dipublis supaya informasinya bisa secara baik diterima oleh masyarakat melalui pemberitaan, baik media cetak maupun online. Kegiatan ini juga kembali mengasah pikiran seluruh Panwascam se-Kota Tidore untuk menyajikan informasi yang akurat kepada khalayak publik,” paparnya.

“hal itu pada dasarnya dalam peliputan dan dokumentasi tidak semua staf PHL mendukung kerja-kerja Panwascam yang mempunyai latar belakang Jurnalis. Tetapi tidak menyudutkan subtansi untuk memberikan kewenangan ful demi menjalankan tugas dan topoksi anggota Panwascam tentang kehumasan,” sambung Iriyani.

Demikian pula disampaikan pemateri Abdullah Dahlan. Ia memaparkan, dalam aktifitas jurnalistik, sebuah wawancara sudah barang tentu memerlukan berbagai sentuhan teknik dalam aplikasinya. Berbicara ikwal teknik wawancara, tentu saja berhadapan dengan sesuatu yang dinamis bahkan progresif dan juga fleksibel.

“Artinya, teknik wawancara bukan sesuatu yang musti baku, kaku, apalagi sacral. Teknik itu, berkembang secara dinamis seiring dengan perkembangan masyarakat. Karenannya, para jurnalis juga dituntut senantiasa memberdayakan diri sesuai tuntutan jaman,” paparnya.

Lanjut Dahlan, prinsip-prinsip keberimbangan sebuah berita hanya bisa ditempuh dengan wawancara, sehingga hasil karya jurnalistik akan memiliki daya hidup sekaligus bisa dipempertanggungjawabkan. “Sebab, dengan wawancara fakta-fakta dari masyarakat yang dihimpun wartawan akan terkonstruksi dengan baik,” cetusnya.

“Adapun dua teknik wawancara antara lain, teknik verbal yang betul-betul memerlukan alat bantu hard were yang diperlukan. Kedua, teknik subtansial terkait dengan kemampuan jurnalis dari segi ketajaman nuraninya dalam membentuk pilihan tema, tempat dan saat yang tepat bagi berlangsungnya sebuah wawancara,” sambung Dahlan.

Menurutnya, ada beberapa hal mendasar yang harus diperhatikan oleh sesorang jurnalis/wartawan dalam hal menulis yaitu, menulis dengan jujur, tanda baca koma dan pola paramida terbalik, catat dengan detail, tulis dalam kalimat jelas,lengkap, dan jernih, fokus pada topik berita, jangan melebar ke sana-sini, tulis dengan proprsional, jangan berlebihan, periksa kalimat kutipan, pernyataan, of the record, konfirmasi, dan ucapan di kedai kopi,” pungkasnya.

Sementara itu, Fahmi Djamaluddin menambahkan, secara umum berdasarkan Permen PAN dan RB nomor 30/2011 tentang pedoman umum tata kelola kehumasan di lingkungan pemerintah bahwa, lembaga humas dan atau praktisi humas yang melakukan fungsi manajemen dalam bidang informasi dan komunikasi yang persuasif, efektif, dan efisien, untuk menciptakan hubungan yang harmonis dengan publik melalui berbagai sarana kehumasan dalam rangka menciptakan citra dan reputasi yang positif instansi pemerintah.

“Berkaitan dengan humas dan jurnalistik, humas harus pandai memilih dan mengemas informasi yang akan dipublikasikan melalui berbagai media. Selain itu, humas juga harus mampu melakukan evaluasi pemberitaan yang berpengaruh pada pencitraan serta memiliki keahlian dalam manajemen isu,” ucap Fahmi.

Fahmi juga mengatakan, dalam berita terdapat sebuah laporan tentang peristiwa terbaru dan penting yang harus disampaikan kepada masyarakat secara cepat. Dalam penyajian sebuah berita dapat menggunakan media seperti surat kabar, televisi, radio dan media online.

Sekedar untuk diketahui, kegiatan Bimtek ini diikuti oleh seluruh staf dan komisioner Panwascam devisi pengawasan se-Kota Tidore Kepulauan.(len/red/pn)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Asisten I Setda Halbar Tinjau Ruang Isolasi Penanganan Corona di RSUD Jailolo

Rab Mar 18 , 2020
TIDORE – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan kehumasan, peliputan dan dokumentasi. Bertempat di penginapan Bongivil, Kelurahan Soasio, Kecamatan Tidore Kota Tidore Kepulauan, Selasa (17/3/2020). Kegiatan yang bertujuan agar setiap informasi yang dipublikasi sesuai dengan diketahui oleh publik ini dibuka secara resmi […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!