Rabu, Oktober 27, 2021
Home > MALUT > Halmahera Barat > Tahun Ini Dinkes Halbar Bangun Puskesmas Kedi

Tahun Ini Dinkes Halbar Bangun Puskesmas Kedi

Rosfince Kalengit

JAILOLO – Pembangunan infrastruktur Kesehatan di Halmahera Barat (Halbar) saat ini menunjukan kemajuan yang cukup signifikan.

Hal ini bisa dilihat dari progress pembangunan yang dilakukan sejak tahun 2018 – 2020. Tercatat 11 gedung Puskesmas telah dibangun menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi yang sesuai dengan Prototype dari Kementrian Kesehatan RI.

“Jadi dari tahun 2018 hingga tahun ini ada 11 puskesmas yang dibangun menggunakan anggaran DAK, termasuk Puskesmas Kedi Kecamatan Loloda,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Halbar, Rosfince Kalengit, kepada wartawan, Minggu (15/3/2020).

Puskesmas rawat inap dengan kategori puskesmas terpencil dengan wilayah kerja di 21 desa. Sesuai Permenkes 75 tahun 2014, tenaga medis yang nantinya ditempatkan di Puskesmas Kedi sebanyak 27 orang dengan kriteria 2 orang tenaga dokter.

“Untuk saat ini Puskesmas Kedi sudah memiliki 2 orang dokter yaitu 1 orang dokter PNS dan 1 orang dokter Nusantara Sehat (NS). Sementara pelayanan di luar gedung puskesmas, kami memerlukan tenaga bidan, tenaga kesmas, tenaga kesling dan tenaga gizi, utk memberikan pelayanan promosi kesehatan kepada masyarakat lewat UKBM Posyandu,” cetusnya.

Lanjut Rosfince, saat ini pelayanan kesehatan sudah mulai membaik, bahkan Puskesmas jailolo juga sudah diberlakukan penambahan waktu pelayanan. Sementara untuk Puskesmas Kedi, Kecamatan Loloda akan melayani sampai di desa yang berbatasan dengan Halut, termasuk Desa Jangailulu dan untuk menjangkau pelayanan ke bagian Utara.

Selain itu, Puskesmas Kedi juga akan membuka pelayanan yang dipusatkan di Desa Barataku, sehingga memperpendek rentan kendali pelayanan kesehatan, semua desa bisa terlayani dengan baik.

“Untuk itu kami akan merehab Pustu yang ada di Desa Barataku tahun ini, agar bisa dipergunakan sebagai sarana pelayanan kesehatan,” paparnya.

Ia menambahkan, Dinkes Halbar memberi apresiasi atas pasian ibu hamil yang di rujuk ke RSUD Halut dengan prinsip mendapat pertolongan pertama. Itu berarti masyarakat sudah sangat sadar akan pentingnya kesehatan.

“Terkait dengan polindes, Desa Jangailulu sampai sejauh ini belum memiliki polindes, karena pembangunan Polindes sekarang merupakan kewenangan desa yang di bangun dengan dana desa. Harapan saya, mari kita kawal secara bersama pelayanan kesehatan ini, dan jika ada petugas kesehatan yang ditempatkan di wilayah kecamatan loloda harus melaksanakan tugas,” harapnya.(ms/all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!