Rabu, Oktober 27, 2021
Home > MALUT > Kota Tidore > KPU Kota Tikep Ikut Bimtek Sadalih di Jakarta

KPU Kota Tikep Ikut Bimtek Sadalih di Jakarta


TIDORE – Komisioner KPU Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Devisi Data dan Informasi, Amirudin Ais dan bagian Operator KPU Husain Syawal, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Data Pemilih (Sadalih) versi 4.0 yang digelarkan KPU RI di hotel JW Marriot, Jakarta.

Kegiatan tersebut, terbagi menjadi tiga gelombang yakni, cyber hygiene atau kebersihan ciber, E-Coklit dan singkronisasi. Kegiatan ini didikuti 115 KPU kabupaten/kota se-Indonesia, sejak 9-11 Maret 2020.

Kepada wartawan di Tidore, Rabu (11/3/2020), Husain menjelaskan, paparan materi pertama yang diikuti yakni tatakelola security jaringan data. Kemudian dilanjutkan dengan materi, pencocokan data dilapangan oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dengan system operasi android.

“Bagi yang punya handphone android, bertujuan supaya KPU Kota Tikep lebih mudah mengontrol progres pencoklitan yang berlangsung di lapangan,” jelasnya.

Sedangkan materi sinkronisasi dan pemetaan TPS, berdasarkan surat edaran KPU RI No: 119 terkait persiapan pemutakhiran data pemilih pemilihan serentak tahun 2020, KPU kabupaten dan kota diminta menggabungkan pemilih dan TPS (Regruping) sekaligus melakukan pemetaan.

“Kota Tidore Kepulauan dari jumlah 351 TPS pada Pemilu 2019 digabungkan menjadi 210 TPS dalam Pilkada 2020. Itupun berdasarkan TPS pada Pilgub 2018, karena di tambah 1 TPS di Desa Sigela Yef Kecamatan Oba,” ungkap Husain.

Terkait dengan sinkronisasi data pemilih dilakukan berdasarkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir yakni Pemilu 2019. “Untuk Kota Tidore DPT terakhir sebanyak 71.383 DPT,” katanya.

Sesuai jadwal, KPU RI baru menyampaikan hasil analisis DP4 ke KPU kabupaten/kota di tanggal 21-23 Maret 2020 mendatang.

“Sebagaimana dalam materi sinkronisasi, KPU Kabupaten/Kota diminta untuk mencermati daftar pemilih yang berbeda di TPS, tetapi terdaftar dalam satu kartu keluarga (KK), misalnya, satu KK tetapi beda TPS itu digabungkan kembali,” ucapnya.

“Kami (KPU) saat ini tengah melakukan perbaikan data sembari menunggu hasil analisis DP4 dari KPU RI, dan selanjutnya dilakukan sinkronisasi,” sambung Husain mengakhiri.(len/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!