Selasa, Oktober 26, 2021
Home > MALUT > Kepulauan Sula > Musdes di Desa Capalulu diwarnai Protes Warga

Musdes di Desa Capalulu diwarnai Protes Warga

Suasana pelaksanaan Musdes Desa Capalulu, Selasa (3/3/2020)

SANANA – Pelaksanaan Musyawarah Desa atau disingkat Musdes, harusnya menjadi media pendidikan politik bagi warga demi kemajuan pembangunan satu desa. Namun berbeda yang terjadi di Desa Capalulu, Kecamatan Mangole Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, Selasa (3/3/2020) kemarin.

Musyawarah yang harusnya melahirkan satu keputusan bersama antara BPD, Pemerintah Desa bersama warga terkait rencana pembangunan itu, berkahir dengan hujan protes dari warga yang hadir dalam Musdes di Gedung Serbaguna desa setempat.

Dari amatan Malut Times di tempat pelaksanaan Musdes, protes warga bukan tanpa alasan, mereka meminta sebelum dilaksanakan Musdus, terlebih dahulu disampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Desa Capalulu Tahun Anggaran 2019.

Ditambah lagi, Kepala Desa M Ali Umasangadji tak hadir dalam musyawarah itu, maka warga kemudian meminta kepada Camat Mangole Tengah dan Kepala Seksi Pengelolaan Keuangan Desa BPMD Kepsul, Haryanto Usia yang hadir saat itu harus menyampaikan LPJ tersebut.

“Pelaksanaan Musdes ini tidak dihadiri oleh Kepala Desa M Ali Umasangadji sehingga, kami dari masyarakat meminta dari DPMD dan Camat Mangole Tengah yang mempertanggungjawabkan LPJ Kades Capalulu terlebih dulu baru lanjut Musdes,” kata Sahrul Ipa, salah satu warga yang hadir dalam gedung tersebut.

“LPJ di tahun-tahun sebelumnya juga perlu disampaikan karena selama itu tidak ada transparansi, kali ini baru ada Musdes yang dilaksanakan oleh BPD Desa Capalulu,” sambung Sahrul.

Padahal kata Sahrul, Kades M Ali Umasngadji berada di Desa Capalulu namun lebih memilih untuk melaksanakan kegiatan pribadinya ketimbang harus menghadiri Musdes.

Tidak hanya Kades, anggota BPD sendiri tak menghadiri Musdes. Sehingga itu, warga terus melontarkan protes agar Musdes ditunda hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Mirisnya lagi kata Sahrul, pelaksanaan Musdes amburadul sebab masyarakat yang hadir diperlakukan tak selayaknya forum musyawarah yang formal.

“Musyawarah yang formal dilaksanakan, namun warga yang hadir harus duduk melantai beralaskan sandal jepit. Dimana hati nurani kalian para pemangku jabatan yang tega melihat masyarakat yang sudah rela datang tapi diperlakukan seperti ini. Ditambah lagi pelaksanaan Musdes tanpa ada spanduk pelaksanaan kegiatan,” cetusnya.

Protes yang terus berlangsung kurang lebih satu jam itu tak dapat dibendung. Alhasil, Musdes yang dibuka secara resmi oleh Camat Mangole Tengah ini ditunda.

Terpisah, Kepala Seksi Pengelolaan Keuangan Desa BPMD Kepsul Haryanto Usia ketika ditemui Malut Times usai penundaan Musdes tersebut mengatakan, pihaknya hadir dalam pelaksanaan musyawarah ini berdasarkan udangan yang disampaikan oleh BPD Capalulu.

“Sejauh perkambangan forum tadi, kita harus bisa membedakan hajatan musyawarah dan hajatan pertanggungjawaban. Makanya dari hemat BPMD dinamika forum tidak lagi memungkinkan untuk dilanjutkan. Karena sebagian besar aspirasi masyarakat yang disampaikan adalah mengkonfirmasi persoalan hokum yang bukan lagi ranah kami untuk dikonfirmasi. Karena itu sudah ada di aparat penegak hukum. Karena itu sudah termasuk dalam poin-poin tuntutan yang disampaikan secara resmi,” katanya.

Lanjut dia, sesuai Peraturan Menteri Desa RI Nomor 16 Tahun 2019, unsure yang diundang dalam Musdes adalah keterwakilan.

“Tentu hajatan Musdes ini merupakan adalah hajatan diperintahkan oleh Peraturan Menteri, ini hajatan Negara, maka sudah menjadi kewajiban untuk dilaksanakan,” tegasnya.

“Kami dari BPMD tidak bisa menjelaskan secara menjauh teknisnya bagaimana, kapan dilaksanakan, itu ranahnya di pihak kecamatan. yang jelasnya jika berikutnya kami diundang secara resmi maka kami akan datang,” sambung Haryanto mengahiri.

Hingga berita ini dipublis, Camat Mangole Tengah belum dapat dikonfirmasi terkait teknis pelaksanaan Musdes di Desa Capalulu selanjutnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!