Rabu, Oktober 27, 2021
Home > HUKRIM > Panwascam Tidore Tangani 2 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Melibatkan ASN

Panwascam Tidore Tangani 2 Kasus Dugaan Pelanggaran Pemilu Melibatkan ASN

TIDORE – Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Tidore, Kota Tidore Kepulauan saat ini tengah menangani dua kasus pelanggaran etika Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan tahun 2020.

Kedua kasus tersebut diantaranya adalah temuan Panwascam Tikep yang sudah dirampungkan pada Jumat (14/02/2020) dan Rabu (19/02/2020).

Dua oknum ASN yang diduga berpolitik praktis untuk calon tertentu itu yakni berinisial IKT dan IA.

Atas dugaan pelanggaran itu, ASN berinisial IKT pada, Selasa (18/02/2020) dipanggil Panwascam. IKT diduga melakukan pelanggaran karena memosting foto di akun facebook miliknya bersama Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan yang juga salah satu bakal calon Wakil Wali Kota Tikep.

“IKT berpose mengangkat 2 jari dengan berupaya mengkampanyekan lanjut dua periode,” kata Supriyanto Ade, Ketua Panwaslu Kecamatan Tidore, Senin (24/02/2020).

Setelah pemanggilan klarifikasi dari Panwaslu Kecamatan Tidore, dugaan pelanggaran kode etik ASN berinisial IKT dihentikan setelah IKT tidak terbukti dan tidak memenuhi unsur untuk ditindaklanjuti ke Bawaslu Kota Tikep dan KASN.

Sementara ASN berinisial IA yang bertugas di lingkup Pemprov Maluku Utara sampai saat ini belum dapat dimintai klarifikasi dari Panwascam Tidore. Pasalnya yang bersangkutan tidak mengindahkan undangan pemeriksaan sebanyak 3 kali berturut-turut.

“Hasil kajian awal oleh Panwaslu Kecamatan Tidore, IA  terbukti melakukan pelanggaran kode etik ASN dengan memposting status berupa kalimat-kalimat disertai jargon (BAGUS) di akun pribadinya. Karena tulisan “BAGUS” adalah salah satu bakal calon pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Tahun 2020. Postingan dengan jargon (BAGUS) tersebut dilakukan berulang-ulang dari tanggal 14-16 Februari 2020, ditulis menggunakan huruf kapital sebagai tindakan menyatakan sikap turut mendukung dan mengkampanyekan salah satu bakal calon pada Pilwako Tidore Kepulauan Tahun 2020,” terang Supriyanto.

Menurut Supriyanto, terkait ASN atas nama IA itu, sesuai hasil kajian dari Panwaslu Kecamatan Tidore, bahwa yang bersangkutan  melanggar UU No 10 Tahun 2016 Pasal 70-71, UU. No 5 Tahun 2014 tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2004 tentang Jiwa Korps dan Kode Etik PNS, dan PP No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS.

“Untuk sementara dugaan kasus pelanggaran kode etik ASN yang melibatakn,  Iksan Albanjar alias IA dirinya tidak mengindahkan panggilan Panwaslu, sehingga kasus ini kami serahkan kepada Bawaslu Kota Tidore Kepulauan untuk ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan Perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya mengakhiri.(len/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!