Selasa, Oktober 26, 2021
Home > SASTRA > Puisi > Keringat Darah

Keringat Darah

 

 

Diatas tanah darah

Para-para bermandikan minyak

Suar menjadi darah

 

Jangan lautan darah

Sebab darah diatas tanah

Tanah darah menjadi saksi

Tumpah ruah ribuan liter nyawa

 

Sumpah leluhur telah kusut

Terkoyah kuasa

Lapar diatas tanah darah

 

Renggang Halmahera

Tampak nyiur melambaikan lirih namun tak dilirik

Di bawah julang dukono

Tara-tara di peluk kabut dari serat gonofu

 

Asap membumbung di Gedung arsip kekuasan

Api dari ban terbakar amarah

Anak leluhur rusuh

Haruskah darah-darah petani membasahi tanah darah?

 

Para kapita telah mengangkat layar kora-kora

Tanda peperangan

Papaku pahlawan devisa

Terkapar dipukul defisit

Mamaku mengais keringan yang keluar dari mata

Jatuh diatas timbunan kelapa

Leluhur mengangkat bambo runcing

Bersama pulangkan koloni

Lalu mengapa moncong senjata, pentungan lalu gas air mata ?

 

Mungkinkah perang dunia ketiga akan nyata?

Sejarah rakyat mati

Lawan…

Nafasku adalah lonceng kematian

 

Minahasa, 2018

Asterlita Raha

 

 

________

Keterangan :

  1. Para-Para : Tempat Pengasapan Kelapa
  2. Tara-Tara : Bambu Yang Dianyam Untuk Pengasapan Kelapa
  3. Gonofu ​: Serat Kelapa

 

“Puisi ini telah diterbitkan di dalam buku RISALAH PARA KAPITA”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!