PPPA Halbar: Terjadi 11 Kasus Kekerasan Selama Januari-Februari 2020

Adrisal Hena.

JAILOLO – Sekretaris Dinas PPPA Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Adrisal Hena menyebutkan, telah terjadi 11 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama Januari-Februari 2020.

“Yakni KDRT 5 yang diantaranya merupakan kasus fisik dan psikis, perzinahan dan penelantaran. Sedangkan untuk kasus non KDRT terdapat 6 kasus dengan bentuk kasus yakni kekerasan fisik dan psikis, pencabulan, perzinahan/persetubuhan, penelantaran. Selain angka kekerasan yang dilaporkan terus meningkat, pola dan modus yang dilakukan juga semakin kompleks,” kata Adrisal kepada wartawan ketiak ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/2/2020).

Adrisal juga mengungkapkan, di tahun 2019, data kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak yang telah dihimpun sebanyak 32 kasus.

“Untuk KDRT terdapat 15 kasus yang merupakan kasus kekerasan fisik dan psikis, pencabulan, pelecehan, perzinahan/persetubuhan, serta penelantaran terhadap perempuan/istri. Sedangkan untuk non KDRT sebanyak 17 kasus yang diantaranya merupakan kasus kekerasan fisik dan psikis, pencabulan, perzinahan/persetubuhan,” ungkapnya.

Dengan jumlah kasus yang terbilang meningkat itu, Pemerintah Kabupaten Halbar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya pencegahan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak baik melalui pencegahan, pemulihan trauma pada penyintas kekerasan seksual, bahkan hingga pada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Terdapat satu indikator kuat yang menjadi penentu terhadap kekerasan pada perempuan dan anak yakni minimnya Ekonomi. Sehingga itu perlu adanya pencegahan dan penanganan yang komprehensif serta kerjasama dari seluruh elemen yang ada termasuk pemerintah, lembaga masyarakat termasuk media,” ujar Adrisal.

Sehingga itu, ia berharap kepada seluruh orang tua serta guru khususnya di wilayah Kabupaten Halbar agar selalu memberikan arah pendidikan yang lebih baik terhadap anak-anak.

“Karena mungkin saat ini kita tentunya merasa bahwa pribadi kita lebih baik, namun generasi penerus selanjutnya itu berada di tangan mereka. Oleh sebab itu aset bangsa (perempuan dan anak-anak) itu dijaga dilindungi bukan dibuat semena-mena,” harapnya.(ms/all)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Perjanjian Zaragosa dan Perjuangan Para Leluhur

Kam Feb 20 , 2020
JAILOLO – Sekretaris Dinas PPPA Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) Adrisal Hena menyebutkan, telah terjadi 11 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama Januari-Februari 2020. “Yakni KDRT 5 yang diantaranya merupakan kasus fisik dan psikis, perzinahan dan penelantaran. Sedangkan untuk kasus non KDRT terdapat 6 kasus dengan bentuk kasus yakni kekerasan […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!