Kabupaten Halbar Ditargetkan Jadi Kawasan Kota Pusaka

JAILOLO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) menargetkan masuk sebagai salah satu kawasan kota pusaka cagar budaya.

Target ini mendapat dukungan dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Maluku Utara (Malut) dan siap membantu mewujudkan impian Pemkab Halbar ini.

Kasi Perencanaan BPPW Provinsi Malut, Muslim Saleh, Selasa (24/2/2020) menerangkan, mengacu pada UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan maka perlu dikelola oleh pemerintah dengan meningkatkan peran serta masyarakat untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan.

Selain itu, lanjut Muslim, UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung dan termasuk lingkungannya yang ditetapkan sebagai cagar budaya harus dilindungi dan dilestarikan. Sementara UU Nomor.26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang juga mengisyaratkan pentingnya memperhatikan nilai budaya dalam penyelenggaraan penataan ruang.

“Kemarin ibu Kadis Pariwisata Venny Kiat beserta salah satu kabid di Dikbud telah melakukan silaturahmi sekaligus berkoordinasi kepada kami soal rencana penataan kawasan di benteng saboega maupun pada  titik khusus di kedaton,” ujarnya.

“Jadi untuk menangani hasil koordinasi itu, saya kira bisa untuk bagaimana menangani hal tersebut. Kami juga sudah menyampaikan ke ibu kadis bahwa memang saat ini Kabupaten Halbar itu belum masuk sebagai anggota P3KP untuk kawasan wisata ataupun P2KK yaitu kota hijau. Tetapi kalau tahun ini Insya Allah kita akan proses,” sambung Muslim meyakinkan.

Terkait administrasi, kata Muslim, sudah disampaikan kepaa Kadis Pariwisata Halbar untuk secepatnya dimasukkan proposal keanggotaannya. “Sehingga di tahun ini Kabupaten Halbar bisa ditetapkan menjadi daerah kawasan wisata daerah kota hijau dan itu salah satu upaya kami, sehingga kemudian tidak menjadi suatu permasalahan ketika kami menangani kegiatan-kegiatan di 2021,” ungkapnya.

Lebih jauh Muslim memaparkan, Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP) merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah dalam menjalankan amanat ketiga UU. P3KP yang telah dirintis sejak tahun 2012 ini berkolaborasi dengan Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Direktorat Bina Penataan Bangunan yang selain memberikan pendampingan dan fasilitasi dalam bentuk dana stimulan penataan kawasan pusaka, juga dilakukan pendampingan penguatan kelembagaan terhadap para pihak terkait, khususnya kepada Tim Kota Pusaka Daerah (TKPD).

“Maka dari itu, proses administrasinya sementara disiapkan oleh dikbud maupun anggota P3KP soal kawasan pusaka. Rencana penanganan juga akan dilakukan di benteng saboega di jailolo yakni di kadaton. Kemudian ada juga rencana penanganan sistem drainase di pusat kota yaitu di kawasan gufasa juga. Kemudian pembangunan atau optimalisasi air bersih juga di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Halbar,” paparnya.(ms/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Danny Missy: ASN yang Jarang Berkantor Jangan dibayar Gajinya

Sel Feb 4 , 2020
JAILOLO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) menargetkan masuk sebagai salah satu kawasan kota pusaka cagar budaya. Target ini mendapat dukungan dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Maluku Utara (Malut) dan siap membantu mewujudkan impian Pemkab Halbar ini. Kasi Perencanaan BPPW Provinsi Malut, Muslim Saleh, Selasa (24/2/2020) menerangkan, […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!