Selasa, Oktober 26, 2021
Home > MALUT > Kepulauan Sula > Warga Sebut Kades Nahi Palsukan Tanda Tangan dan LPJ

Warga Sebut Kades Nahi Palsukan Tanda Tangan dan LPJ

SANANA – Dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Desa Nahi, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) kian memanas.

Betapa tidak, warga setempat kembali dihebohkan dengan kabar dugaan pemalsuan tanda tangan dan pemalsuan dokumen LPJ Dana Desa tahun anggaran 2016.

Perwakilan warga Desa Nahi, Ardi Umafagur menyebutkan, AB alias Arham yang saat ini menjabat debagai Kepala Desa Nahi melakukan pemalsuan tanda tangan di sejumlah kwitansi pembelian material dan pembayaran upah tukang pada proyek pembangunan saluran air (drainase) dengan nilai Rp.300 juta lebih.

“Puluhan kwitansi bodong ratusan juta dan itu tertuang dalam LPJ dan diduga Kepala Desa Arham Buamona melakukan tanda tangan tanpa pengatahuan Isbah Kailul dan pemalsuan dokumen pembayaran upah tukang kepada Agus Banapon,” ucap Ardi kepada wartawan, Minggu (02/02/2020).

Menurut dia, dari sejumlah dokumen yang dikantongi tertuang adanya penggelambungan angka-angka dalam kwitansi pembayaran proyek pembuatan draenase itu. “Kami menduga selalu terjadi pemalsuan dokumen LPJ Desa Nahi hingga hari ini,” ujarnya.

Ardi kembali menyentil di tahun tahun 2015, Kades AB juga melakukan pemalsuan tanda tangan mantan Sekdes Nahi Fahri Bilmona. “Hal ini sudah di laporkan ke pihak penegak hukum namun tidak direalisasi,” ujarnya.

“Kami atas nama masyarakat Desa Nahi meminta kepada Bupati Kepulauan Sula agar segera memberhentikan Arham Buamona dari jabatannya sebagai Kades. Selain itu,  kmi juga meminta kepada Polres Kepulauan Sula dan Kejaksaan Negeri Sanana untuk dapat memproses dugaan pemalsuan tanda tangan di Desa Nahi ini,” sambung Ardi mengakhiri.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!