Selasa, Oktober 26, 2021
Home > EKONOMI > Ismanto: Dengan Ide FKNT, Ada UKM Tumbuh di Masyarakat

Ismanto: Dengan Ide FKNT, Ada UKM Tumbuh di Masyarakat

TIDORE – Ketua Panitia Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT), Kota Tidore Kepulauan, Ismanto Saleh, mengkonfirmasi bahwa dengan adanya gagasan FKNT ini berdampak positif bagi masyarakat. Salah satunya adalah muncu Usaha Kecil Menengah (UKM) yang mulai tumbuh sebagai bentuk dari kreativitas pemuda dan masyarakat di lingkungan Tomalou.

“Muncul ide festival Tomalou ini, diawali dengan waktu itu pemuda di Tomalou melaksanakan sebuah pertandingan futsal. Tetapi setelah itu, ada beberapa pemuda menyarankan bahwa, kalau bisa biking (buat) lomba mancing, dayung, dan lomba yang lain,” ucap Ismanto ketika ditemui Malut Times, Sabtu (01/02/2020).

Lanjutnya, ada perdebatan tentang penamaan FKNT ini seperti Festival Ngofa Se Dano maupun Ake Doe. Namun yang disepakati adalah Festival Kampung Nelayan Tomalou.

Ismanto bilang, pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara. “Hasilnya, pak kadis Buyung Radjilun merespon baik ide tersebut bahwa dari DKP Provinsi juga bermaksud nelayan Tomalou menjadi sebuah topik yang nantinya di munculkan dalam pembukaan Festival di tanggal 15-23 Februari 2020,” katanya.

Gagasan festival ini mampu membawa nilai positif terhadap masyarakat di lingkungan Tomalou. Seperti terlihat di RT.01 Tomalou, telah muncul UKM yang dikelolah oleh masyarakat.

“Memang selain di atas dermaga, kami berencana membuat wisata kuliner di seputaran lokasi FKNT Masjdi Nurul Bahar. Untuk memanfaatkan masyarakat menunjang kehidupannya,” terangnya.

Selain itu juga, telah direncanakan pasca festival pihaknnya akan tetap menghidupkan wisata kuliner di seputara pantai. “Bukan hanya kuliner di Tugulufa, tetapi Tomalou bisa tampil dengan kuliner khasnya,” ismanto.

Ismanto mengemukakan, tema yang yang akan ditampilkan dalam festival tersebut adalah, “Menjaring Kekuatan Diatas  Sampan”.

“Tema ini bagian dari mengangkat kampung nelayan sebagai tujuan membangkitkan semangat nelayan serta mencari fonomena nelayan. Misalnya masalah perijinan tentang membuat izin berlayar dan memang harus berurusan di Jakarta memakan waktu yang sangat lama. Adanya festival ini, pemerintah bisa memfasilitasi nelayan untuk mengurus hal tersebut,” cetusnya.

Masih Ismanto, pihaknya siap membuat dialog bersama dengan Menteri Perikanan dan Keluatan Republik Indonesia disaat menghadiri acara festival tersebut.

“Bagi kami, kalau fenomena nelayan saat ini subtansinya, nelayan harus mendapat perhatian serius demi kesejahteraan mereka,” pungkasnya mengakhiri.(len/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!