Selasa, Oktober 26, 2021
Home > HUKRIM > Polisi Ungkap Kasus Penipuan yang Merugikan Walikota Tikep Miliaran Rupiah

Polisi Ungkap Kasus Penipuan yang Merugikan Walikota Tikep Miliaran Rupiah

TIDORE – Kepolisian Resor (Polres) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) berhasil mengungkap kasus penipuan yang dialami Walikota Capt. H. Ali Ibrahim, sebagaimana Laporan Polisi Nomor: LP/02/1/2020/Malut/Res Tikep, Tertanggal 04 Januari 2020, dengan tersangka DZ alias Dicky.

Kasat Reskrim Polres Tikep, AKP. Dedy Yudanto melalui Kanit Pidum Bripka. Ustank A. Usman, ketika dikonfirmasi Malut Times, Rabu (29/1/2020) kemarin menejelaskan, kasus ini bermula dari pertemuan antara pelaku DZ dengan Walikota Tikep. Pelaku DZ diperkenalkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Tikep Imran Jasin.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Walikota Tikep pada 17 Oktober 2019 saat itu, dihadapan para kepala SKPD, pelaku berhasil meyakinkan Walikota untuk membangun Hotel Ibis di kawasan Eks Kampus Nuku, Kelurahan Tomagoba, dalam rangka menyongsong Sail Tidore Tahun 2021 mendatang.

“Pak walikota kemudian mempersilahkan pelaku untuk memasukan kelengkapan surat-surat untuk membangunan hotel tersebut,” katanya.

Lanjut Ustank, tersangka yang mengaku bekerja di PT Sarana Wisata Utama ini kemudian melancarkan aksinya. Berbekal kepercayaan yang diberikan Walikota, tersangka kemudian meminta Walikota untuk mentransfer biaya pengurusan admisnistrasi PT Sarana Wisata Utama diganti menjadi PT Sarana Wisata Tidore.

“Proses transaksi itu pun terjadi. Terkait dengan uang yang diterima oleh pelaku secara tunai  bertempat di Jakarta,” ungkapnya.

Berselang waktu setelah menerima uang, Walikota kemudian meminta pelaku untuk secepatnya melaksanakan pembangunan. Namun pelaku tak bisa melaksanakan dan mempertanggungjawabkannya sehingga diproses secara hukum.

“Maka berdasarkan laporan yang ada, kami kemudian melakukan cek fisik soal alamat pelaku, perusahan, maupun kantor PT-nya yang berada di kawasan Kuningan Jakarta Selatan. Dari situ, kami mendapat surat domisili PT. Sarana Wisata Tidore. Pada saat kami mengecek lagi di dinas satu pintu ternyata surat tersebut palsu,” jelasnya.

Lanjut Ustank, akibatnya, Walikota Tikep mengalami kerugian secara pribadi berkisar Rp. 1,4 miliyar. “Untuk kerugian pak walikota ini adalah secara pribadi bukan kerugian secara lembaga Pemerintah Kota Tikep,” tegasnya.

Ia menambahkan, DZ telah ditetapkan sebagai  tersangka pada 15 Januari 2020 dan telah ditahan di Mapolres Kota Tikep. Tersangka dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan.

“Kasus ini telah ditingkatkan statusnya ke tahap penyidikan, dan kami berencana di minggu depan sudah masuk tahap 1 pengiriman berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Soasio. Saat ini penyidik masih melakukan penyusunan berkas perkara,” kata Ustank.(len/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!