Rabu, Oktober 27, 2021
Home > MALUT > Halmahera Barat > Tiga Penderita Gizi Buruk di Halbar Meninggal Dunia

Tiga Penderita Gizi Buruk di Halbar Meninggal Dunia

JAILOLO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) mencatat ditahun 2019 lalu terdapat 7 kasus gizi buruk, 3 diantaranya si penderita meninggal dunia.

“Penderita gizi buruk yang meninggal itu di Kecamatan Jailolo, Desa Lako Akediri atas nama Mailni Bet. Tercatat ada tiga orang yang meninggal,” ungkap Rosfinje Kalingit, Kepala Dinas Kesehatan Halbar, saat di wawancari wartawan di ruang kerjanya, Selasa (28/1/2020).

Lanjut Rosfinje, “secara keseluruhan ada 7 kasus kesehatan gizi buruk dan 3 orang lainnya menderita penyakit penyerta (biasa diistilahkan penyakit  langka). ke 7 kasus itu yang lain membaik cuma 3 orang itu yang meninggal. Prinsipnya bukan karena keterlambatan penanganan dokter tapi itu karena mengendap di rumah,” ujarnya.

Menurut dia, para penderita gizi buruk ini tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Halbar. “Kalau di Jailolo Selatan itu di Desa Maiso dan ada juga di Ibu Selatan, sempat dirawat pada tahun 2019 dan itu sudah membaik,” cetusnya.

Masih Rosfinje, saat ini ada beberapa orang yang tercatat mengendap penyakit penyerta yang sempat dirawat tapi sudah pulang ke rumah. Namun begitu pihaknya tetap memberikan pelayanan berupa rawat jalan, ini demi perbaikan-perbaikan yang terus dilakukan.

“Yang kemarin anak dari warga Soakonora meninggal itu bukan gizi buruk tapi penyakit penyerta, itu karna asupan gizi tidak bagus, tapi kami sudah tangani. perawatan di RSUD pasien tak pernah dibebankan, semua ditangani,” ujarnya lagi.

Ia menambahkan, Dinkes Halbar dalam dalam upaya penanganan kasus gizi buruk dengan cara membentuk kader posyandu di setiap desa yang siap melaporkan temuan lapangan terkait penderita gizi buruk maupun pengendap penyakit penyerta.

“Langkah antisipasi kami yaitu Posyandu Parakonsepsi, jadi itu sasarannya bukan bayi balita saja tapi remaja putri. Karena remaja putri itu kedepan akan menikah dan hamil. Nah disini yang harus mempersiapkan dulu gizi mereka sejak remaja,” tandasnya.(ms/all)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!