Rabu, Oktober 27, 2021
Home > MALUT > Halmahera Barat > Tifa Gong dan Moro-Moro Iringi Pemasangan Baliho Zakir Mando

Tifa Gong dan Moro-Moro Iringi Pemasangan Baliho Zakir Mando

JAILOLO – Belakangan hampir di setiap kota, kecamatan, bahkan pelosok desa di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) terdapat baliho bakal calon bupati berbagai ukuran bakal calon bupati. Pemasangan itu salah satu tujuannya pengenalan dan menarik simpati warga setempat menuju pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Namun ada yang unik dalam pemasangan baliho salah satu bakal calon Bupati Halbar atas nama Ahmad Zakir Mando di Desa Idam Gamlamo, Kecamatan Sahu, pada Kamis (23/1/2020).

Uniknya, proses pemasangan baliho Ketua Adat Sangaji itu diiringi dengan prosesi adat berupa pemukulan Tifa Gong dan Moro-Moro oleh masyarakat adat desa setempat.

Ketua Adat Desa Idam Gamlamo, Golias TU menyatakan, prosesi Tifa Gong dan Moro-Moro yang mengiringi pemasangan baliho Zakir Mando itu sebagai bentuk penghormatan dan menghargai Ahmad  Zakir Mando selaku Ketua Adat Sangaji Sahu.

“Karena asal mulanya Sangaji Sahu itu dari Desa Idam Gamlamo. Dengan begitu, prosesi pemasangan baliho Zakir ini dengan harapan agar supaya beliau tetap kokoh, kuat, berani semangat dalam menjalankan niatan pengabdian terhadap masyarakat Halmahera Barat,” katanya ketika ditemui Malut Times.

Hal senada juga dikatakan Samuel Ngele, salah seorang warga desa setempat. Menurutnya, masyarakat telah bersepakat dan dengan seluruh ketua dan perangkat Adat untuk mengangkat dan membesarkan nama Sangaji Adat Sahu maju dalam pertarungan Pilkada 2020.

“Sosok Sangaji Adat Sahu Ahmad Zakir Mando mampu mengangkat dan melakukan perubahan di Kabupaten Halmahera Barat. Kami telah melakukan konsolidasi dengan semua perangkat adat yang ada di wilayah Sahu dan itu sudah final,” katanya.

“Kami yakin, Sangaji pasti bisa memenangkan pertarungan pilkada 2020 ini. Respon masyarakat Sahu atas ketokohan beliau (Zakir, red) sangatlah cocok memimpin masyarakat dengan berbagai budaya yang ada di Halmahera Barat,” sambung Samuel mengakhiri.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!