Selasa, Oktober 26, 2021
Home > MALUT > Halmahera Barat > Masyarakat Desa Matui Ancam Boikot Aktifitas Pelabuhan Kontainer

Masyarakat Desa Matui Ancam Boikot Aktifitas Pelabuhan Kontainer

JAILOLO – Masyarakat Desa Matui, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) mengancam bakal membikot aktivitas pelabuhan kontainer yang terletak di desa setempat.

Ancaman ini bukan tanpa alasan. Masyarakat menilai, pelabuhan laut yang diresmikan oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, R. Agus H. Purnomo pada 3 Februari 2018 lalu itu tidak berdampak pertumbuhan ekonomi.

Lebih lagi, pelabuhan yang dibangun diatas tanah hibah masyarakat seluas 6 hektar itu juga tak berdampak atas lapangan kerja masyarakat desa.

“Ini satu ‘pembodohan dan pembohongan’ publik. Masyarakat telah diiming-iming dengan janji yang tidak jelas. Olehnya itu kami, masyarakat Matui tidak segan-segan untuk memboikot aktifitas pelabuhan dan terkait dengan kedatangan Kapal Tol Laut kami masyarakat menolak keras,” ungkap salah seorang pemuda Desa Matui, sebut saja Sadam Gani ketika ditemui wartawan di Kantor Bupati Halbar, Kamis (09/01/2020) kemarin.

Menurutnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Halbar telah mengabaikan komitmen bersama masyarakat bahwa akan mengakomodir masyarakat dan pemuda Desa Matui menjadi petugas dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membentuk organisasi buruh di pelabuhan tersebut.

“Jadi masyarakat menghibakan lahan mereka itu karena telah ada komintmen komitmen, kesepakatan bersama dengan pemerintah,” ujar Sadam.

Namun disayangkan, sambung Sadam, “sampai saat ini hasil kesepakatan itu belum juga diakomodir ini ada apa ? Padahal pelabuhan sudah beraktifitas, bahkan sehari dua ini ada kapal tol laut yang mau sandar sementara organisasi buruh yang mau dibentuk masyarakat itu belum terakomodir. Jadi kami menolak kedatangan kapal tersebut, jangan membuat masyarakat semakin marah dengan janji yang tidak jelas itu,” tandasnya.(all/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!