DKP Halbar Salurkan Pakan Busuk ke Petani Tambak

JAILOLO – Petani tambak udang vaname di sejumlah desa di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) baru menyangka ternyata pakan udang yang mereka peroleh, telah kadaluarsa alias busuk.

Pakan udang itu disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Halbar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) ke 6 (enam) kelompok tani yang menggarap sekitar 4 hektar lebih kolam tambak udang vaname di Jailolo.

Petani mengaku kecewa begitu melihat masa kadaluarsa pakan tercantum tanggal 23 November 2019, edangkan, penebaran benih udang yang bahkan secara resmi dilakukan oleh Bupati Danny Missy itu berlangsung pada Oktober 2019 lalu. Itu artinya, separuh masa budidaya udang yang rencananya dipanen pada Januari 2020 ini diberi pakan busuk.

“Pakan yang kita terima itu ternyata lagi satu bulan sudah kadaluarsa, dari pemerintah memberikan bantuan pakan pada bulan Oktober, sedangkan masa berlakunya cuma sampai bulan november, sehingga kami menganggap ini tindakan pembodohan,” ungkap salah satu petani tambak yang enggan namanya dipublikasikan.

 

Menurut petani, jika pemerintah mendukung program budidaya udang vaname maka pemberian pakan juga diperhatikan masa berlakunya. Apalagi pakan yang diberikan jumlahnya sangat banyak, melampaui kebutuhan makan bibit udang yang ditebar.

 

BACA JUGA: Kepala DKP Halbar Berkilah, Bantah Pakan Busuk Tapi Belum Cek di Lapangan

 

“Kami juga bingung, mau marah sedangkan kesalahannya juga ada di kami, karena kami tidak lagi cek (kadaluarsa),” terang petani tersebut.

Akibat dari pakan busuk itu, ada sebagian kelompok petani yang udangnya terancam gagal panen karena banyak bibit yang mati.

Kelompok petani yang lain pun ikut khawatir dan terpaksa harus ‘putar otak’ untuk menyelamatkan udangnya. Sebagian lainnya memilih panen lebih awal dan ada pula yang terpaksa harus mengolah kembali pakannya dengan berbagai macam vitamin dan antibiotik agar bisa dipakai. Meski sebenarnya pengolahan pakan itu hanya untuk bertahan hingga masa panen.

“Jadi jenis obat vitamin yang kita pakai untuk menetralisir keracunan pakan dan harus di campur dengan anti biotik, vitamin perangsang, dan juga penyuburan tambak, obat obat ini untuk meracik di pakan kalau tidak, pakan akan menjadi racun dan membunuh udang udang kami,” pungkasnya.

Persoalan pakan busuk ini pun sudah dilaporkan kepada DKP Halbar. Disebutkan, pejabat DKP Halbar tak dapat berbuat banyak dan malah menjanjikan bakal mengganti kerugian yang dialami petani dengan memberikan paket bibit udang plus pakan baru pada tahun anggaran 2020 ini.

“Kita sudah konsultasi, dan orang di dinas mengaku akan menggantikan udang udang nelayan di beberapa kelompok yang sudah mati, kami akan menunggu, kami berharap agar janji tersebut benar benar terlaksana, jika tidak maka kasus ini akan kami dorong ke pihak yang berwajib,” tegasnya.

Sementara itu data yang diperoleh wartawan media ini, 6 (enam) kelompok petani tambak dimaksud yakni tersebar di Desa Payo, Desa Gufasa, Desa Gamlamo, dan Desa Bakun.(all/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kepala Bank Maluku-Malut Cabang Jailolo Alergi Wartawan

Jum Jan 3 , 2020
JAILOLO – Petani tambak udang vaname di sejumlah desa di Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) baru menyangka ternyata pakan udang yang mereka peroleh, telah kadaluarsa alias busuk. Pakan udang itu disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Halbar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) ke 6 (enam) kelompok tani yang menggarap sekitar […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!