LITERASI KEMANUSIAAN ; UPAYA MEMBANGUN BANGSA DAN NEGARA

Oleh : Ahlan Mukhtari Soamole

(Alumnus Universitas Karya Dharma Makassar/Pegiat Belajar Filsafat)

 

Barangkali kita terpikir sejenak bahwa literasi kemanusiaan mengungkapkan gejolak kemanusiaan adanya pembantaian melalui sikap kepedulian sosial, secara kesastraan puitis semua tercermin di dalamnya. Dalam literasi kemanusiaan kita tak sekedar mendaras problematika yang ada namun bagaimana manifestasi literasi tersebut yakni hasil evaluatif gerakan membaca menulis itu terimplementasikan secara holisitik sebab, posisi diskursus kemanusiaan rentan akan kekurangan perbincangan, justru yang meningkat adalah gerakan modernisme itu sendiri yang membekas dalam ingatan pemuda/i bangsa kita saat ini.

Pada akhirnya kita berada pada sebuah perilaku konsumsi artinya, menerima dan menggunakan segala perkembangan yang ada tanpa mengetahui darimana dia berasal ! gerakan lierasi kemanusiaan selaras gerakan kebangsaan yang menyatukan manusia dalam cita-cita holistik yakni memeroleh kehidupan bermartabat beradab dan bermoral, adanya kegiatan literasi kemanusiaan membungkus ide-ide konsepsional manusia secara khas tersebut menjadi lebih bermakna manakala dapat bermanfaat bagi manusia.

Pada kontemporer ketika produk kapitalisme berkembang pesat dan melekat pada bangunan-bangunan megah yang mengidentikan kaum elite harus menjadi kaya raya memiliki bangunan megah selain memiliki style modern penggunaan barang mahal dituntun memiliki rumah mewah, doktrin kapitalisme yang menyebarkan virus ini dapat melukai pikiran bangsa sebab telah tertanam menjadi perilaku yang hedon dan pragmatis semuanya dapat direkonstruksi kembali dengan menanamkan benih paradigma kemanusiaan bacaan-bacaan progresif tulisan-tulisan tentang kemanusiaan lebih digiatkan lagi menuju masyarakat yang adil makmur dan bermartabat, bukankan pencerdasan itu dimulai dari sesuatu yang ideal dapat dipertentangkan dalam diskursus inteektualis sehingga hasil produknya memang murni hasil kemanusiaan yang tidak terikat dalam laba tertentu sebagaimana keinginan kapitalisme tersebut.

Indonesia sepatutnya mengekstensifkan gerakan literasi kemanusiaan melihat problematika kebangsaan yang semakin tidak etis tak dapat lagi dibedakan mana tokoh taladan yang diikuti mana tokoh politisi mau diikuti mana tokoh masyarakat yang diikuti semua terlibat dalam perdebatan yang hanya mengedepankan kepentingan semata, bukan kepentingan kolektif yang menjadi harapan ummat dan bangsa ini. Tentu, keyakinan kita semua bahwasannya salah satu upaya autentik di dalam membongkar dan menyusun kembali fenomena ini yakni gerakan literasi kemanusiaan, sebab melalui upaya lietarsi kemanusiaan dapat ditingkatkan budaya membaca menulis yang selalu didiskursuskan tokoh-tokoh intelektual Indonesia misalnya Tan Malaka tokoh kemanusiaan Indonesia yang menulis buku Aksi Massa, Sang Pemuda, Madilog (Materialisme, Dialektika, dan Logika), Gerpolek, dll.

Buku-buku itu merupakan bacaan baik bagi generasi untuk selalu menyadarkan tentang kondisi kebangsaan dan negara yang ditindas dan dijajah oleh kapitalisme (atau zaman pra kemerdekaan dikenal sebagai kaum kolonial) gerakan literasi kemanusiaan lebih baik lagi apabila dikontekstualisasikan dengan dinamika perkembangan zaman ini di mana gerakan literasi media berbasis 4.0 pula digelorakan maka jangan sampai kita tertinggal dengan negara global yang menjadikan media sebagai alternatif iklan pemilik modal yang berlimpah biayanya harga produk dan modal yang tnggi.

Satu hal yang harus diapresiasi secara koektif apabila gerakan literasi kemanusiaan berlangsung maka setidaknya kita telah memberikan harapan paripurna terhadap kaum jelata rakyat tertindas bahwa kemanusiaan tidak sekedar bangsa tertentu, tidak sekedar kelas tertentu, individu tertentu, kelompok tertentu namun gerakan literasi kemanusiaa menyatukan segala komponen bangsa di dalamnya menuju kemajuan, kemerdekaan yang kompherensif tanpa ada penindasan di dalamnya, sebab proses ini merupakan cita-cita Negara di mana kita selalu ikut terlibat aktif ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, kecerdasan itu pula harus memberikan kemerdekaan yakni keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sebab gerakan literasi kemanusiaan merupakan gerakan memajukan bangsa dan negara.(***)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Danpos Pelabuhan Ferry Bastiong Amankan Ratusan Kantong Miras

Sab Jan 5 , 2019
Oleh : Ahlan Mukhtari Soamole (Alumnus Universitas Karya Dharma Makassar/Pegiat Belajar Filsafat)   Barangkali kita terpikir sejenak bahwa literasi kemanusiaan mengungkapkan gejolak kemanusiaan adanya pembantaian melalui sikap kepedulian sosial, secara kesastraan puitis semua tercermin di dalamnya. Dalam literasi kemanusiaan kita tak sekedar mendaras problematika yang ada namun bagaimana manifestasi literasi […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!