Polisi Amakna Belasan Mahasiswa Aksi Kopra

TERNATE – Unjukrasa ratusan mahasiswa di depan Kediaman Gubernur Maluku Utara, Jln. Kapitan Patimura, Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Kota Ternate Tengah, Kamis (29/11/2018) siang, berakhir ricuh.

Massa yang menuntut kenaikan harga komoditi kopra terlibat saling dorong hingga lempar batu dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Alhasil, belasan yang diduga sebagai provokator pelemparan diamakan polisi.

LIHAT JUGA: Demo Kopra Ricuh, Satu Mahasiswa IAIN Dilarikan ke Rumah Sakit

Dari amatan diloksai, aksi unjukrasa itu awalnya berjalan lancar saat massa aksi menyampaikan aspirasi tuntutan mereka.

Namun, susana memanas ketika massa aksi tidak puas dengan penyampaian Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba yang tak menggubris 11 poin tuntutan mereka kepada Pemrov Maluku Utara untuk melakukan penandatanganan MoU.

LIHAT JUGA: Polres Ternate Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Penipuan secara Online

Kericuhanpun terjadi ketika ada pelemparan batu ke arah aparat kepolisian yang melakukan pengamanan, sehingga dibalas dengan tembakan gas air mata dan tembakan air water canon.

Kapolres Ternate, AKBP. Azhari Juanda kepada sejumlah wartawan mengaku, kericuhan terjadi dikarenakan adanya pelemparan batu dari kerumunan massa ke arah petugas.

“Karena ada kejadian seperti itu, kami lakukan penindakan tegas dengan menyemprotkan air water Cannon dan disusul dengan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa,” ujarnya.

“Untuk mahasiswa yang diamankan, kami melihat konstruksi persoalan tindakan mereka, karena ada aturan-aturan hukum yang mengatur itu, dan kami tidak bisa langsung menahan, sementara kami masi melakukan interogasi,” sambung Azhari.

Dalam kejadian tersebut, Azhari meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya di Kelurahan Kalumpang dan Stadion yang terkena tembakan gas air mata,

“Saya selaku Kapolres ternate, saya minta maaf kalau ada masyarakat yang terkena gas air mata yang membuat mata masyarakat pedih,” ucap Azhari mengakhiri.

Sekedar diketahui, poin-poin tuntutan massa aksi itu diantaranya :

(1). Pemprov Malut segera merealisasikan rekomendasi DPRD Malut terkait permasalahan harga kopra,

(2). Mendesak Pemprov segera mengeluarkan Pergub tentang standarisasi harga kopra,

(3). Mendesak Pemprov agar menertibkan tengkulak nakal dan mencabut ijin usahanya, dan menaikan harga kopra minimal Rp. 8000 perkilogram,

(4). Meminta gubernur agar mencopot Kadis Pangan, Kadis Pertanian dan Kadis Perindag Malut karena tidak becus dalam menjalankan tugas dengan baik,

(5). Mendesak gubernur Malut agar segera menetapkan harga kopra dalam waktu 1×24 jam, untuk menjaga komitmen Gubernur dalam menyelesaikan masalah kopra,

(6). Mendesak gubernur agar mencabut ijin perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Malut.(ny/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Demo Kopra Ricuh, Satu Mahasiswa IAIN Dilarikan ke Rumah Sakit

Kam Nov 29 , 2018
TERNATE – Unjukrasa ratusan mahasiswa di depan Kediaman Gubernur Maluku Utara, Jln. Kapitan Patimura, Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Kota Ternate Tengah, Kamis (29/11/2018) siang, berakhir ricuh. Massa yang menuntut kenaikan harga komoditi kopra terlibat saling dorong hingga lempar batu dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. Alhasil, belasan yang diduga sebagai provokator […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!