Pemkab Halbar Seriusi Penanganan Pasien Gizi Buruk

JAILOLO  – Penaganan pasien gizi buruk yang diderita oleh dua balita di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) terus dilakukan oleh Pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Kedua balita itu adalah, Meilani Bet (1,6 tahun) asal Desa Lako Akediri Kecamatan Sahu, dan Zahra Sabari (2 tahun) asal Desa Moiso, Kecamatan Jailolo Selatan.

Hal ini disampaikan oleh Asisten I Setda Halbar, Vence Maluwere dalam rapat bersama dengan Direktur RSUD Jailolo, Safrullah Radjiloen dan Kepala Bidang Gizi Dinkes Halbar, Erni, Jum’at (23/11/2018).

Dalam paparannya, Vence mengatakan, penaganan yang dilakukan oleh Pemkab Halbar terhadap Meilani sudah dilakukan sejak 26 September 2018 lalu oleh Dinkes bersama petugas gizi Puskesmas Kecamatan Sahu. Alhasil, Meilani dibawa ke Panti Pemulihan Gizi (Theraupetic feeding Center) di Puskesmas Kota Jailolo.

Selama empat hari mendapat perawatan, pada 1 Oktober 2018, Meilani dirujuk ke RSUD Jailolo untuk dirawat di Poli Spesialis Anak dengan diagnosa Gizi Buruk, Cerebral Palsy, Bronhits, Kelainan Sptum dan Anima.

“Jadi sampai saat ini Meilani masih dalam penaganan Pemkab Halbar. Jika ada yang menyatakan bahwa Pemkab tidak melakukan penaganan itu tidak benar,” tegasnya.

Lajut Vence, upaya penanganan terhadap Meilani ke RSUD Ternate sudah dilakukan. Karena dari awal orang tua Meilani memang tidak memiliki cukup biaya untuk melakukan pengobatan, sehingga Pemkab melalui Dinkes mengurus BPJS hingga saat ini mau dilakukan pengadaan obat untuk Meilani yang akan didatangkan dari Manado.

“Bukan saja Meilani yang saat ini mendapat penganganan, pasien atas nama Zahra Sabari juga mengidap penyakit yang sama, sehingga penangan kedua pasien masih terus dilakukan. Bahkan orang tua Zahra juga tidak memiliki kemampuan untuk dilakukan pengobatan, sehingga ditanggung semua oleh Pemkab,” paparnya.

Lagkah Pemkab Halbar ini berdasarkan instruksi Bupati No. 7 tahun 2018 tentang penganan gizi buruk, gizi kurang dan ibu hamil kekurangan energi kronoik (Bumil KEK).

Vence menegaskan, pemkab akan menangani dua pasien gizi buruk hingga tuntas lewat RSUD dan Dinkes. Hingga kini Pemkab Halbar masih menunggu hasil diagnosa dari dokter yang menangani Meliani dan Zahra. Sebab menurut dokter, Meilani dan Zahra bisa dirujuk ke Jakarta untuk menjalani operasi jika tahapan pemulihan gizi dan hormon pertumbuhan sudah stabil.

“Intinya pemkab siap bantu kapan saja, jika dokter memutuskan untuk dilakukan operasi di jakarta. Sementara untuk obat pemulihan hormon pertumbuhan masih menunggu pesanan dari Manado,” pungkasnya.(wn/red)

Malut Times

Jendela Informasi Maluku Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ini Hasil Sidak Disperindag Malut di Sejumlah Gudang Kopra

Jum Nov 23 , 2018
JAILOLO  – Penaganan pasien gizi buruk yang diderita oleh dua balita di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) terus dilakukan oleh Pemerintah setempat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes). Kedua balita itu adalah, Meilani Bet (1,6 tahun) asal Desa Lako Akediri Kecamatan Sahu, dan Zahra Sabari (2 tahun) asal Desa Moiso, Kecamatan Jailolo Selatan. […]

Malut Times

maluttimes.com

Maluttimes.com - adalah portal berita media online yang menyajikan reportase seputar peristiwa maupun perkembangan kondisi sosial, politik, hukum, pendidikan, budaya dan ekonomi di Provinsi Maluku Utara yang dikemas secara aktual, cepat, akurat dan terpercaya. Portal berita ini mengusung slogan sebagai “Jendela Informasi Maluku Utara”.

error: Content is protected !!