Viral Foto Bagi Uang, AGK: Uang Itu untuk Warga yang Sakit

  • Whatsapp

TERNATE – Viralnya foto Abdul Ghani Kasub (AGK) memberikan sejumlah uang yang dianggap sebagai Money Politik di Desa Pastina, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula itu tidak benar. Hal ini disampaikan AGK dalam konferensi kemenangan Pilgub Maluku Utara (Malut) di Batik Hotel Ternate, Kamis (18/10/2018) sore.

Didampingi Ketua DPD PDIP Malut, Ketua DPD PKPI Malut dan Sekretaris DPD PDIP Malut, AGK menegaskan kalau foto yang viral di media mosial (medsos) membagikan uang di salah seorang warga Desa Pastina itu hanya sedekah.

LIHAT JUGA: Bawaslu Malut Akui Ada Dugaan Pelanggaran saat PSU 

“Saya gubernur jadi wajar harus bantu masyarakat yang sedang sakit. Bantuan itu tidak berkaitan dengan politik. Kan sudah selesai tahapan,” tegasnya.

Lanjut cagub petahana ini, pemberian uang itu disaksikan langsung oleh Kapolda Malut, Ketua DPRD Provinsi Malut, Danrem 152 Babullah, dan pihak penyelenggara dalam hal ini Panwaslu usai pelaksanaan pencoblosan.

“Itu uang pribadi saya. Saya merasa empati dan ingin membantu warga tersebut yang sedang sakit, jadi informasi tersebut itu tidak betul,” tegasnya lagi.

Foto yang Viral: AGK memberikan uang kepada warga.

 

Ia menambahkan, sebelum memberikan uang tersebut lebih dulu telah berkoordinasi dengan semua pihak yang hadir saat itu termasuk pihak Bawaslu dan telah diberi ijin.

“Saat selesai memberikan bantuan tersebut, dihadapan semua orang dan saya katakan sekarang sudah selesai PSU. Barang siapa yang viralkan foto tersebut, mudah-mudahan dia sakit seperti orang yang saya bantu,” ucapnya penuh kesal.

LIHAT JUGA: Paslon AGK-YA Gelar Konferensi Kemenangan Pilgub Malut

“Kenapa saya selalu dipojokan, kalau saya salah saya terima soal itu tetapi kalau saya tidak salah kenapa saya terus dipojokan,” sambungnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kabupaten Kepulauan Sula, Iwan Duwila saat dikonfirmasi, Kamis (18/10/2018) malam mengatakan, dugaan money politik ini sementara masih dalam pembahasan dengan tim Gakkumdu.

“Sehingga baru dikirimkan undangan klarifikasi pada pihak-pihak yang di duga terlibat. Olehnya itu kasus itu belum bisa dipastikan apakah masuk pelanggaran atau tidak,” singkatnya.(red)

Pos terkait