Senin, September 27, 2021
Home > MALUT > Lima Bulan Kepala UPTB-Samsat Taliabu ‘tak pernah’ Berkantor

Lima Bulan Kepala UPTB-Samsat Taliabu ‘tak pernah’ Berkantor

BOBONG – Sebagai daerah pemekaran yang baru saja menginjak usia 5 tahun berkabupaten, Pulau Taliabu harusnya dikelola oleh jajaran birokrasi yang handal, berkompeten dan memiliki komitmen dalam membangun daerah.

Namun apa jadinya jika didalam jajaran pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Aliong Mus bersama Wakil Bupati Ramli ini terdapat sejumlah oknum pejabat pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sudah berbulan-bulan tidak berkantor ? tentunya, percepatan pembangunan di daerah bisa saja hanya berjalan ditempat.

Anehnya, para oknum pejabat itu nampak kebal terhadap Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2010 tentang disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak diindahkan.

Seperti halnya Kepala Kantor UPTB-Samsat Kabupaten Pulau Taliabu, Natsir Rajilun yang saat ini menjadi bahan perbincangan hangat ditengah masyarakat. Pasalnya, Natsir diketahui sudah berbulan-bulan tidak pernah berkantor.

Dari pantauan maluttimes.com, nampak pintu kantor yang terletak di Jln. M. Taher, Desa Bobong ini tertup rapat. Bahkan dinding bangunanpun nampak kumuh, tak terusur dan bahkan dililit rerumputan.

Kondisi Kantor UPTB-Samsat Pulau Taliabu, Senin (15/10/2018).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktifitas pelayanan UPTB-Samsat ini tak lagi aktif kurang lebih 5 bulan belakangan ini. Parahnya, tak satupun pegawai maupun pejabat bagian yang aktif berkantor. Akbiatnya pelayanan publik lumpuh total.

Masyarakat setempat berhap agar, pelayanan UPTB-Samsat ini segera diaktifkan.

Ketika dikonfirmasi via handphone, Senin (15/10/2018), mengaku kalau dirinya masih menjabat sebagai Kepala Kantor UPTB-Samsat Taliabu. Ketidak aktifannya berkantor lantaran anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi Maluku Utara hanya kisaran 50 – 60 juta per tahunnya.

“Iya, saya masih kapala kantor UPTB-Samsat dan benar kantor itu sudah tutup kurang lebih 5 bulan, jadi dimaklumi saja karena kantor baru buka dan anggaran masih berharap. Tapi anggaran dari provinsi hanya 50 – 60 juta saja mau bikin (buat) apa,” katanya.

Natsir enggan memberitahukan keberadaan dirinya saat ini. Bahkan disentil terkait aktifitas pelayanan publik yang lumpuh selama berbulan-bulan itu tak di tanggapi. Dengan singkat Natsir hanya berkata, “anggaran dari provinsi belum ada,” singkatnya.(tmi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!