Pemasangan Tiang Listrik 5 Desa di Halsel diduga tak Sesuai Bestek

  • Whatsapp
Pemasangan jaringan listirk di wilayah Halsel

TERNATE – PT. PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara saat ini tengah genjot melakukan kegiatan Afreting jaringan di sejumlah wilayah pelosok Provinsi Maluku Utara. Sedikitnya ada 5 desa di Kabupaten Halmahera Selatan yang saat ini dalam tahap pemasangan. Namun proyek yang ditangani PT. RCM ini, pemasangan tiang listrik diduga kuat telah menyalahi aturan PLN.

Dari pantauan maluttimes.com, ke-5 desa tersebut yakni Desa Bajo Sangkuang, Desa Toin, Desa Sawanakar, Desa Prapakanda dan Desa Batu Taga, Kecamatan Botang Lomang, Kabupaten Halmahera Selatan.

Masalahnya, dalam aturan PLN disebutkan bahwa, pemasangan tiang listrik tersebut harus memiliki kedalaman 1/6 dari panjang tiang. Itu berarti bahwa ukuran panjang tiang yang masuk dalam tanah sekitar 200 centi meter lebih atau harus berada pada posisi garis pembatas (garis hitam) yang sudah ditetapkan sesuai aturan PLN.

LIHAT JUGA : PLN Malut Target Pemasangan Listrik Tiga Kabupaten selesai di Tahun 2019

Selain itu juga, harus disertai proses pengecoran setiap tiang yang ditanam. Namun yang terjadi di 5 desa tersebut tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Hal ini mengancam terjadinya kerusakan tiang-tiang yang dipasang sewaktu-waktu akan roboh dengan sendirinya.

Salah seorang karyawan yang enggan dipublis namana ketika ditemui sepekan lalu mengatakan, “pekerjaan tersebut awalnya suda di kerjakan oleh sekelompok orang, namun dalam masa pekerjaan itu berlangsung, tiba-tiba sekelompok orang tersebut berhenti dan tidak melanjutkan perkerjaan itu lagi. Olehnya itu kami yang melanjutkan,” kata karyawan tersebut sembari meminta agar tak mempulikasikan namanya.

Dia mengaku, pekerjaan ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama mulai dari Desa Toin – Desa Sawanakar dan Desa Batu Taga dengan jarak kurang lebih 15 km. Sementara tahap kedua dimulai  dari Desa Prapakanda – Desa Bajo Sangkuang, dengan jarak kurang lebih 5 km.

“Pekerjaan pemasangan tiang listrik yang di lakukan sekelompok orang itu semuanya dipindakan untuk dipancang ulang. Jadi kami kerja dari awal lagi karena banyak tiang tidak di cor,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Listrik Desa, Gamal Kanbey, ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Jum’at (12/10/2018) menyatakan baru mengetahui informasi tersebut dan akan melakukan pengecekan ulang ke lokasi pekerjaan.

”Sehingga bisa diketahui yang sebenarnya terjadi. Apabila itu benar adanya maka akan minta kepada pihak ketiga yang menangani pekerjaan tersebut untuk mengerjakan ulang,” katanya.(ric/red)

Pos terkait